KOMPAS.com-Hasil riset dari GlobeScan dan EAT menunjukkan bahwa orang-orang lebih mau beralih ke pola makan ramah lingkungan jika alasannya adalah demi kesehatan.
Melansir Trellis, Jumat (20/3/2026) hampir setengah responden yang survei setuju untuk mengurangi makanan olahan seperti sosis atau mi instan.
Selain itu, hampir semua orang yang disurvei merasa penting untuk punya pola makan yang tidak hanya sehat buat badan, tapi juga baik buat bumi.
Namun, dukungan orang-orang terhadap pola makan ramah lingkungan mulai agak berkurang ketika diminta melakukan perubahan yang lebih spesifik.
Hanya sekitar sepertiga (33 persen) responden yang benar-benar mantap untuk memperbanyak makan sayur atau mengubah pola makan demi mendukung kesejahteraan petani.
Baca juga: Pola Makan Termasuk Kunci untuk Cegah Pemanasan Global
Temuan ini menunjukkan bahwa orang sebenarnya terbuka untuk berubah, tapi mereka masih terhambat oleh beberapa hal, seperti harga yang mungkin mahal, ketersediaan produk yang sulit dicari, dan kebiasaan lama yang sulit diubah.
Menariknya, responden masih ragu-ragu apakah pilihan pola makan mereka berdampak pada lingkungan.
Meskipun mayoritas orang (72 persen) setuju bahwa pilihan makanan mereka berdampak pada planet ini, hanya 28 persen yang benar-benar yakin. Bahkan, hampir 3 dari 10 orang menyatakan tidak setuju.
Kesenjangan ini menunjukkan bahwa banyak orang tahu ada hubungan antara makanan dan iklim, tapi pemahaman mereka mungkin belum mendalam.
Riset ini menunjukkan bahwa sebagian besar orang sebenarnya ingin punya pola makan yang sehat sekaligus ramah lingkungan. Mereka juga sadar bahwa apa yang mereka makan berpengaruh terhadap kondisi bumi.
Namun, alasan atau motivasi mereka tidak sama kuatnya.
Baca juga: Penyakit Kronis Meningkat, Makanan UPF hingga Bahan Bakar Fosil Jadi Pemicu
Kesehatan pribadi tetap menjadi pintu masuk utama yang paling ampuh bagi seseorang untuk mengubah pola makannya.
Sementara itu, alasan lingkungan cenderung hanya menjadi alasan tambahan atau bonus saja, bukan pemicu utama yang membuat orang mau bertindak.
Hal ini memberikan pelajaran penting tentang cara kita mempromosikan pola makan ramah lingkungan. Agar orang-orang mau berubah lebih cepat, kita harus menghubungkan isu kelestarian lingkungan dengan hal-hal yang paling mereka pedulikan, yaitu kesehatan, keluarga, dan kualitas hidup mereka sendiri.
Kunci untuk mengubah kesadaran menjadi tindakan nyata adalah dengan membuat manfaat lingkungan dari pilihan makanan kita terasa lebih nyata dan berhubungan langsung dengan keuntungan pribadi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya