KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan akan terjadi di beberapa daerah di Indonesia selama sepekan ke depan, tepatnya dari Selasa (31/3/2026) sampai Jumat (6/4/2026).
Diprediksi hujan intensitas sedang hingga lebat melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Timur per Kamis (2/4/2026).
Baca juga:
Kemudian di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
"Periode 3-6 April 2026 cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang," kata BMKG dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Hujan lebat diperkirakan melanda Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Kemudian diperkirakan turun pula di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, serta Papua Selatan.
Baca juga:
Hujan masih melanda sejumlah wilayah selama periode 31 Maret 2026 hingga 6 April 2026, menurut prediksi BMKG. Menurut BMKG, kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal. Pada skala global, fenomena El Nino–Southern Oscillation (ENSO) berada pada fase netral.
Sementara itu, nilai Dipole Mode Index (DMI) berada pada fase netral yang menunjukkan tidak adanya aliran udara signifikan dari Samudera Hindia timur Afrika ke wilayah Indonesia sehingga pengaruhnya terhadap distribusi curah hujan masih terbatas.
"Pada skala regional, monsun Australia terpantau mengalami penguatan dan diprakirakan akan terus menguat dalam beberapa hari ke depan. Penguatan monsun ini berkontribusi terhadap peningkatan aliran massa udara dari wilayah Australia menuju Indonesia, yang umumnya bersifat lebih kering," beber BMKG.
Hasil analisis angin zonal menunjukkan dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia yang menjadi salah satu indikasi bahwa sebagian wilayah mulai memasuki periode peralihan menuju musim kemarau.
Di sisi lain, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) bakal melintasi wilayah Sumatera bagian utara hingga tengah serta sebagian Papua yang berpotensi menyebabkan hujan.
Hujan masih melanda sejumlah wilayah selama periode 31 Maret 2026 hingga 6 April 2026, menurut prediksi BMKG. Gelombang rossby ekuatorial yang berpropagasi ke arah barat juga diprediksi aktif melintasi sebagian Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara.
Pada skala lokal, kondisi labilitas atmosfer terpantau kuat di sejumlah wilayah, yang turut mendukung proses konvektif.
Maka dari itu, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperi banjir seta tanah longsor.
"Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan," ucap BMKG.
Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh.
Masyarakat juga sebaiknya membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya