Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan ASEAN Centre for Biodiversity (ACB), bersama Sekretariat ASEAN serta perwakilan Brunei Darussalam, Kamboja, Myanmar, Thailand dan Timor Leste sepakat membentuk proyek regional strategis dalam pengendalian Spesies Asing Invasif (IAS).
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kemenhut Satyawan Pudyatmoko menyampaikan bahwa spesies invasif telah menjadi faktor utama dalam 60 persen kepunahan global yang tercatat.
"Bagi negara kepulauan, seperti Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya, ancaman ini semakin besar. Pulau-pulau kita tidak hanya menjadi benteng keanekaragaman hayati, tetapi juga sangat rentan terhadap masuk dan berkembangnya spesies invasif," kata Satyawan dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).
Baca juga: Daftar 40 Spesies Baru yang Dilindungi, Ada Hyena hingga Hiu
Kesepakatan itu sendiri dicapai saat lokakarya "Advancing the ASEAN Action Plan for Invasive Alien Species (IAS) Management: Aligning Regional Initiatives with the Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF)" yang diselenggarakan pada 30 Maret-1 April 2026 di Jakarta.
Lokakarya yang berlangsung selama tiga hari itu menghasilkan cetak biru proyek bernama Accelerating IAS Management in ASEAN (AIM-ASEAN) yang dirancang untuk memperkuat koordinasi regional, biosekuriti, sistem deteksi dini, kapasitas teknis, dan pembiayaan berkelanjutan dalam pengendalian spesies invasif.
Proyek itu akan menjadi wujud nyata kontribusi ASEAN dalam mencapai Target 6 Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal (KMGBF), yaitu mengurangi setidaknya 50 persen laju introduksi dan penyebaran spesies invasif prioritas pada tahun 2030.
Secara khusus dia menyoroti konektivitas kawasan ASEAN melalui perdagangan, transportasi, dan pariwisata telah menjadi jalur masuk utama spesies invasif. Namun, penanganan yang selama ini bersifat nasional dan sektoral belum mampu mengatasi ancaman lintas batas.
Baca juga: Daya Rusak Spesies Invasif Ternyata Jauh Melampaui Kepunahan Lokal
"Proyek AIM-ASEAN adalah bukti komitmen kita untuk melindungi warisan alam ASEAN demi generasi mendatang," demikian Satyawan Pudyatmo.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya