“Potensi penghematan dari kebijakan ini dapat mencapai sekitar Rp20 triliun,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Berdasarkan Konferensi Pers APBN Kita yang diselenggarakan pada 11 Maret 2026, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan program MBG menjadi faktor yang memengaruhi peningkatan Belanja Barang di realisasi APBN 2026 hingga akhir Februari 2026.
“MBG ini kira-kira Rp19 triliun satu bulan untuk saat ini, bulan Januari-Februari ini sekitar Rp 39 triliun. Walaupun tanpa MBG, Belanja Barang itu juga tetap meningkat," terang Suahasil.
Belanja barang non MBG dilaporkan sebesar Rp18 triliun pada 2025 menjadi Rp 28,6 tahun 2026.
"Jadi, memang ada peningkatan belanja barang. Dengan adanya penyaluran MBG ini menjadi lebih cepat lagi,” imbuh dia.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya