KOMPAS.com - Penguin kaisar dan anjing laut bulu kini masuk daftar spesies yang terancam punah. Berdasarkan laporan International Union for the Conservation of Nature (IUCN), dua spesies ikonik Antartika tersebut kian terancam akibat pemanasan air laut, mencairnya es, hingga menurunnya ketersediaan pakan untuk bertahan hidup.
“Bagi penguin kaisar, es laut adalah habitat utama mereka. Mereka berkembang biak di es yang menempel di garis pantai, yaitu es laut yang terhubung dengan garis pantai," ungkap Philip Trathan selaku anggota kelompok kerja IUCN dilansir dari CNN, Jumat (17/4/2026).
Kedua spesies ini, lanjut dia, mencari makan di dalam, celah, dan retakan es laut. Maka, berkurangnya es lautan di Antartika menyebabkan penguin dan anjing laut kehilangan habitat serta sumber makanan.
Baca juga: Daftar 10 Spesies Terancam Punah 2026, Belut hingga Tulip
“Hilangnya es laut dalam jumlah besar akibat perubahan iklim regional tetap menjadi ancaman berkelanjutan dan kemungkinan akan mengurangi keberhasilan perkembangbiakan, hingga kelangsungan hidup individu dewasa dalam jangka panjang," ucap Trathan.
Penguin kaisar beralih status dari Hampir Terancam (Near Threatened) menjadi Terancam Punah (Endangered) dalam Daftar Merah IUCN. Berdasarkan proyeksi terbaru. populasinya akan berkurang setengahnya pada 2080-an.
Trathan menyebut ada dua bukti yang membantu menetapkan perubahan status penguin kaisar, yakni analisis citra satelit yang didukung oleh penilaian yang dilakukan di lapangan dan penilaian model populasi.
Data satelit menunjukkan, penguin kaisar kehilangan sekitar 10 persen populasi sejak 2009-2018, dengan total lebih dari 20.000 penguin dewasa yang mati.
Baca juga: WWF Temukan 200 Spesies Terancam Punah di Maluku Barat Daya
"Faktor utama yang menyebabkan penurunan populasi adalah pencairan dini dan hilangnya es laut akibat perubahan iklim," kata Trathan.
Menurut dia, es laut di Antartika telah menurun secara signifikan sejak tahun 2016. Kondisi ini meningkatkan risiko bahkan kegagalan perkembangbiakan di hampir setengah dari koloni penguin kaisar yang di seluruh Antartika.
Anjing laut bulu Antartika, statusnya berubah dari Paling Tidak Terancam (Least Concern) menjadi Terancam Punah (Endangered) dalam Daftar Merah IUCN setelah populasinya menyusut lebih dari 50 persen selama 1999-2025. Menurut IUCN, penurunan populasi anjing laut juga berkaitan dengan perubahan iklim yang mengurangi ketersediaan krill, sumber makanan utama mereka.
Petugas penilaian spesies anjing laut, Kit Kovacs menyampaikan seiring meningkatnya suhu permukaan air di dekat Antartika, krill yang merupakan zooplankton pakan anjing laut bergerak lebih jauh ke lepas pantai dan ke perairan dalam untuk mencapai daerah yang dingin.
"Hal ini membuat krill jauh lebih sulit diakses oleh predator krill yang berbasis di darat," sebut Kovacs.
Kovacs mencatat, penemuan spesies baru di Samudra Atlantik Selatan baru-baru ini mencerminkan perubahan yang telah terjadi di Arktik Atlantik Utara, di mana anjing laut bertudung, anjing laut harpa, dan anjing laut cincin terbukti mengalami penurunan populasi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya