Studi pun memperingatkan bahwa pendekatan ini dapat meningkatkan tekanan pada sumber daya biomassa yang terbatas sekaligus meningkatkan kebutuhan energi secara keseluruhan.
Salah satu tujuan pengelompokan RFNBO sendiri adalah untuk mendorong peningkatan produksi listrik terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada biomassa.
Namun, kerangka aturan saat ini justru berisiko membuat penggunaan biomassa menjadi kurang hemat energi.
Thunman menambahkan bahwa sebagian dari kerangka aturan tersebut mungkin perlu diperbaiki jika Uni Eropa ingin mencapai target iklim dan industri jangka panjang mereka.
“Perlu koordinasi yang lebih baik antara target iklim, penghematan sumber daya, dan kemungkinan penerapan di industri,” katanya.
“Ketidakpastian saat ini mempersulit pengambilan keputusan investasi yang masuk akal untuk memperluas produksi bahan bakar pesawat ramah lingkungan secara besar-besaran dalam beberapa tahun ke depan,” paparnya lagi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya