Hal ini meningkatkan kekhawatiran para ilmuwan dan pemerintah mengenai dampak jangka panjangnya terhadap lingkungan dan kesehatan.
“Untuk mengelola lautan, kita tidak bisa hanya fokus pada laut saja. Kita juga harus bekerja keras membenahi sistem yang ada di daratan,” ujar Kuan.
Lebih lanjut meskipun Taiwan bukan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kuan mengatakan bahwa Taiwan akan tetap menyelaraskan kebijakannya dengan prinsip-prinsip Perjanjian Plastik Global.
Caranya adalah dengan menerapkan pendekatan pengelolaan plastik dari awal pembuatan hingga akhir dan membagikan data pemantauan mereka ke tingkat internasional.
Kementerian Lingkungan Hidup sendiri akan fokus pada pengurangan sampah dari sumbernya dan pencegahan polusi.
Sementara itu, Dewan Urusan Kelautan akan mengawasi pemantauan lingkungan laut dan penilaian dampaknya. Hal ini merupakan bagian dari rantai pengelolaan menyeluruh untuk mengurangi aliran mikroplastik ke lautan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya