BPBD Kabupaten Sidrap melaporkan banjir turut merendam 1.260 rumah, dua sekolah, tanggul jebol, lahan persawahan seluas 17 hektare, jalan, dan kantor pemerintahan. Tim gabungan telah dikerahkan untuk membantu warga terdampak.
Baca juga: BRIN Siapkan 5 Teknologi Hadapi Banjir Rob di Pantura
"Langkah yang dilakukan meliputi kaji cepat, perbaikan tanggul, hingga membantu warga terdampak banjir. Kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut pada Sabtu," tutur dia.
BNPB melaporkan, cuaca ekstrem melanda Kota Sukabumi, Jawa Barat. Kejadian ini berdampak pada sedikitnya tujuh kelurahan di tiga kecamatan yang meliputi; Kelurahan Baros di Kecamatan Baros, Kelurahan Tipar di Kecamatan Citamiang, serta Kelurahan Dayeuhluhur, Nyomplong, Benteng, Warudoyong, dan Sukakarya di Kecamatan Warudoyong.
Sebanyak 12 KK atau 36 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut. Selain itu, kerugian materiil yang dilaporkan meliputi sembilan rumah rusak sedang, dua rumah rusak ringan, tiga akses jalan terdampak, serta satu fasilitas umum turut terdampak.
Abdul menungatkan bahwa memasuki periode peralihan musim, peningkatan intensitas hujan di berbagai wilayah berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Kondisi tanah yang jenuh air di daerah lereng dan perbukitan, ditambah dengan sistem drainase yang kurang optimal, menjadi faktor yang memperbesar risiko terjadinya banjir serta longsor.
"BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana diimbau untuk terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi seperti BMKG dan BNPB, menjaga kebersihan saluran air, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila muncul tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, suara gemuruh dari arah lereng, atau kenaikan muka air sungai secara cepat," ucap Abdul.
Di samping itu, pemerintah daerah perlu memastikan sistem peringatan dini, menyiapkan jalur evakuasi dan logistik darurat, serta meningkatkan sosialisasi terkait mitigasi bencana kepada masyarakat khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya