"Karya ilmiah ini memberikan bukti yang tidak bisa dibantah bahwa kemasan makanan dan minuman sekali pakai adalah penyebab utama polusi plastik di lautan kita di seluruh dunia. Oleh karena itu, tindakan untuk mengurangi pemakaian barang-barang tersebut akan menjadi langkah kunci untuk mengatasi tantangan lingkungan global ini," terangnya.
Penelitian baru ini merupakan bagian dari proyek Plastics in Indonesian Societies (PISCES), sebuah gerakan internasional yang dipimpin oleh Universitas Brunel.
Proyek ini bertujuan untuk menciptakan titik harapan dalam perjuangan Indonesia melawan sampah plastik.
"Studi ini menunjukkan mengapa masalah polusi plastik tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan pengelolaan sampah saja. Di berbagai negara yang kondisinya sangat berbeda, termasuk Indonesia, jenis plastik makanan dan minuman sekali pakai yang sama selalu saja mendominasi polusi di pinggir pantai," papar Profesor Susan Jobling, direktur proyek PISCES.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa solusi dari hulu seperti mengurangi pemakaian, menggunakan kembali barang yang ada, mendesain kemasan yang lebih ramah lingkungan, dan membuat aturan pemerintah yang lebih tegas sangatlah penting jika kita ingin menghentikan polusi plastik langsung dari sumbernya," katanya lagi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya