Pada paruh pertama tahun 2026, jumlah kontrak pembelian penyerapan karbon yang diumumkan oleh Microsoft anjlok 82 persen menjadi hanya 9,52 juta ton.
Baca juga: Pusat Data Kini Makin Sering Digugat Secara Hukum Akibat Isu Iklim
Namun jika tidak menghitung Microsoft, pasar penyerapan karbon dunia sebenarnya justru berkembang. Jumlah pembelian dari perusahaan-perusahaan selain Microsoft naik 73 persen, meningkat dari 6,92 million ton pada paruh pertama tahun 2025 menjadi 12 juta ton pada paruh pertama tahun 2026.
Pada tahun fiskal 2025, Microsoft menambah 29 proyek penyerapan karbon baru yang tersebar di lima benua dengan menggunakan 10 metode penyerapan yang berbeda.
Perusahaan memperkirakan proyek-proyek ini akan menyerap lebih dari 45 juta metrik ton karbon selama tiga dekade ke depan untuk membantu mencapai target bebas polusi mereka.
Proyek-proyek tersebut mencakup metode buatan, seperti menyerap karbon langsung dari udara, serta metode alami, termasuk penanaman hutan dan penyimpanan karbon di dalam tanah.
Kontrak kerja sama Microsoft biasanya berjalan selama 10 hingga 15 tahun untuk proyek penyerapan berbasis teknologi, dan lebih dari 20 tahun untuk proyek berbasis alam. Microsoft menargetkan untuk bebas dari polusi karbon pada tahun 2030.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya