Para penulis mencatat bahwa kurang tidur berdampak buruk pada suasana hati, kemampuan berpikir, produktivitas kerja, serta kesehatan jantung dan daya tahan tubuh.
Meskipun ada banyak hal yang memengaruhi tidur, panasnya suhu malam hari kini menjadi ancaman lingkungan yang makin berbahaya. Hal ini terjadi karena suhu bumi yang terus naik dan makin banyak orang pindah ke area perkotaan padat, yang membuat udara malam terasa jauh lebih gerah.
Karena efek kurang tidur bisa terus menumpuk dari malam ke malam, pengurangan waktu tidur yang sedikit pun bisa menjadi sangat berbahaya selama musim kemarau atau musim panas.
Studi terbaru menemukan bahwa malam yang panas mengganggu tidur lansia dua kali lebih parah dibanding orang dewasa setengah baya. Selain itu, dampaknya hampir tiga kali lipat lebih buruk bagi penduduk di negara berkembang dibanding negara kaya.
Kelompok perempuan dan orang-orang yang sudah tinggal di daerah beriklim panas juga menjadi korban yang paling dirugikan. Kesenjangan ini diperkirakan akan makin melebar seiring terus naiknya suhu bumi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya