"Kami setuju bahwa pola penetapan target tradisional yang hanya berfokus pada pemotongan jumlah emisi secara mentah-mentah dapat merugikan perusahaan inovator yang baru masuk ke pasar, sekaligus menguntungkan pemain-pemain lama," kata Frederic Hans, penasihat senior kebijakan iklim di NewClimate Institute.
Baca juga: Komitmen Lingkungan Perusahaan Terbesar Dunia Naik Tiga Kali Lipat Sejak 2019
Namun, hanya berfokus pada penjualan kendaraan saja tidaklah cukup, kata Hans.
Lembaga tersebut juga mendesak para produsen mobil untuk menetapkan target transisi seperti target penggunaan baterai, baja, dan aluminium yang rendah karbon dalam proses produksinya.
Dalam studi tahun 2025 terhadap lima produsen besar, NewClimate menemukan bahwa hanya Ford dan General Motors yang telah menetapkan target untuk baja dan aluminium, dan tidak ada satu pun yang memasang target untuk baterai. Laporan terbaru Tesla pun belum mencakup target-target tersebut.
Membandingkan emisi antar perusahaan memang terbilang rumit karena adanya perbedaan jumlah penjualan dan wilayah operasional. Meski demikian, data dari DitchCarbon, platform spesialis analisis emisi rantai pasok menunjukkan bahwa Tesla bukanlah satu-satunya perusahaan yang mengalami kenaikan emisi pada rantai pasokannya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya