Chowdhury menegaskan bahwa rencana perlindungan kupu-kupu di seluruh dunia harus segera menyesuaikan diri dengan pergerakan spesies-spesies ini, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Baca juga: Habitat Sangat Terfragmentasi, Macan Tutul Jawa Butuh Perhatian
“Kita sangat membutuhkan pemantauan global yang terkoordinasi, terutama di daerah tropis, untuk memahami apa yang dilakukan spesies-spesies ini, ke mana mereka pergi, dan bagaimana kita bisa melindunginya,” ujarnya.
Di Melbourne, satu jenis kupu-kupu yang terancam punah menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang menjanjikan.
Sebelum ditemukan kembali pada tahun 1986, kupu-kupu Eltham copper sempat dikira sudah punah. Kelangsungan hidupnya sangat bergantung pada hubungan unik tiga arah dengan semak asli bernama sweet bursaria dan semut Notoncus yang tinggal di akar tanaman tersebut.
Setelah bertahun-tahun dilakukan penanaman kembali dan pemulihan habitat survei lingkungan mencatat jumlah ulat pada tanaman lokal meningkat hingga hampir lima kali lipat.
Chris Farrow, petugas keanekaragaman hayati di Yarra Valley Water yang tidak terlibat dalam penelitian global tersebut, mengatakan bahwa kupu-kupu ini mulai bangkit kembali. Dan itu sebagian besar terjadi berkat kepedulian warga sekitar dan komunitas di area tersebut.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya