JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap pekan, siswa SD Negeri 6 Kajarharjo, Jawa Timur, punya satu kegiatan yang berbeda dari rutinitas belajar di kelas.
Para siswa mengikuti senam empat pilar gizi seimbang, mendapat edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, memeriksa kebersihan kuku, mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, kemudian membuka bekal yang dibawa dari rumah.
Berat dan tinggi badan siswa juga diukur secara berkala untuk memantau pertumbuhan mereka.
Rangkaian kegiatan tersebut terlihat dalam dokumentasi yang dipublikasikan SDN 6 Kajarharjo mengenai pelaksanaan JAPFA for Kids di sekolah itu lewat Youtube. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Hari Sehat JAPFA, salah satu rangkaian program yang memadukan edukasi gizi dengan pembiasaan hidup sehat.
Baca juga: Pendaftaran Beasiswa JAPFA 2026 Buka sampai 16 Agustus, Ada Bantuan UKT
Di sekolah, edukasi tidak berhenti pada penyampaian materi. Anak-anak diajak mempraktikkannya dalam kegiatan yang dilakukan secara rutin.
Hal-hal yang tampak sederhana di lingkungan sekolah itu menjadi bagian dari persoalan yang jauh lebih besar, yakni memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat untuk menjadi bagian dari generasi yang akan membawa Indonesia menuju 2045.
Dalam Sustainibility Report 2025 yang dipublikasi PT Japfa Comfeed Tbk, pihak perusahaan menempatkan pemenuhan gizi dan ketersediaan pangan sebagai bagian dari kontribusinya menuju visi Indonesia Emas 2045. Melalui JAPFA for Kids, perusahaan menyebut investasi tersebut diarahkan untuk membangun generasi muda yang tangguh. Pada 2026, program tersebut memasuki tahun ke-18.
Hingga 2025, program tersebut telah menjangkau 201.056 siswa, 13.541 guru, dan 1.214 sekolah di 105 kabupaten/kota yang tersebar di 28 provinsi.
Baca juga: JAPFA Ekspor 23.000 Ayam Hidup ke Singapura
Namun, perjalanan selama 18 tahun bukan hanya soal memperluas jangkauan. Cara Japfa mengelola program juga berubah, terutama dalam melihat dan mengukur dampaknya.
Head of Social Investment Japfa Retno Artsanti mengatakan, JAPFA for Kids pada awalnya lahir sebagai bagian dari fungsi public relations perusahaan. Sejak 2016, program tersebut berada di bawah departemen Social Investment.
Perubahan itu turut menggeser pendekatan program. Pelaksanaan tidak hanya diarahkan pada terselenggaranya kegiatan, tetapi juga pada bagaimana dampak terhadap penerima manfaat dapat diukur.
“Perubahan pendekatan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan mandat perusahaan, tetapi juga pembelajaran dari pelaksanaan program dari tahun ke tahun,” ujarnya saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (13/8/2026).
Baca juga: Stabilkan Harga, Japfa Serap Telur Peternak Nasional
Pembelajaran dari tahun ke tahun digunakan untuk menyempurnakan program. Dalam beberapa tahun terakhir, fokusnya semakin diarahkan pada peningkatan status gizi siswa yang mengalami malanutrisi.
JAPFA juga terus menguji theory of change sejak 10 tahun terakhir untuk memastikan aktivitas yang dilakukan memiliki kaitan dengan perubahan yang ingin dicapai.
“Harapannya, desain yang kami buat menghasilkan dampak terukur dan terverifikasi,” jelasnya.
Hasil pengukuran terlihat dalam pelaksanaan dua tahun terakhir. Pada 2024, dari 1.479 siswa yang teridentifikasi mengalami gizi kurang dan gizi buruk, 762 siswa atau 51,5 persen berhasil meningkat menjadi status gizi baik.
Baca juga: Tetap Jadi Mitra Catur, Japfa Rambah Olahraga Lari
Pada 2025, dari 1.034 siswa sasaran, 646 siswa atau 62,5 persen mengalami peningkatan status gizi menjadi baik.
Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat hasil intervensi program.
Persoalan gizi anak sendiri masih menjadi tantangan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, 11 persen anak usia 5–12 tahun masih berada pada kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator IMT/U.
Intervensi JAPFA for Kids tidak hanya menyasar anak. Siswa dengan kondisi malanutrisi mendapatkan asupan protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan. Pada saat yang sama, guru mendapatkan pelatihan untuk menjalankan edukasi gizi dan kegiatan kesehatan di sekolah.
Baca juga: Beasiswa JAPFA 2025 untuk Siswa SMA/SMK dan Mahasiswa, Cek Syarat Lengkapmya
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya