JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menambah sekitar 17 balai latihan kerja (BLK) yang diperuntukkan secara khusus untuk mendukung pekerjaan di sektor ekonomi hijau.
Saat ini, Kemnaker memiliki 34 BLK, dengan hanya satu saja unit di Serang yang dapat memberikan pelatihan untuk keterampilan green jobs.
"Ada 34 balai saat ini plus mungkin sekitar 17 yang baru akan ada, total nanti sekitar ya 50 sekian, sebagian nanti akan menjadi vocational training center dedicated for green jobs," ujar Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam Indonesia’s Green Jobs Conference (IGJC), Rabu (2/9/2026).
Baca juga: Menaker: Waspadai Paradoks Green Jobs
Menaker Yassierli dalam diskusi Identifikasi Ketenagakerjaan dan Pelatihan di KEK Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (3/7/2026).
Kemnaker memperoleh bantuan dari Bank Dunia untuk pendirian 15 BLK baru yang didedikasikan khusus untuk pengembangan keahlian ekonomi hijau dan ditargetkan beroperasi tahun depan.
Yassierli mengakui adanya kesenjangan regional dalam modalitas untuk mendukung lapangan kerja hijau antara di Jawa dan pulau-pulau Indonesia lainnya.
Padahal, proyek sektor energi terbarukan diproyeksikan terkonsentrasi dari luar Pulau Jawa, terutama Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan kenaikan proyek energi terbarukan di luar Pulau Jawa, permintaan pekerja lokal dengan keterampilan green jobs akan meningkat.
Karena itu, BLK dengan layanan pelatihan green jobs perlu pula banyak didirikan di luar Pulau Jawa untuk memenuhi ketersediaan pekerja lokal terampil.
Baca juga: Kebutuhan Terus Meningkat, Pemerintah Siapkan Peta Jalan Green Jobs
Selain kapasitas BLK dan kesenjangan regional, tantangan penyiapan tenaga kerja hijau juga masih terkendala identifikasi permintaan riil industri.
Kebutuhan tenaga kerja hijau masih belum terpetakan secara perinci.
Ilustrasi pekerja, tenaga kerja, pegawai.Di sisi lain, ketidaksesuaian kurikulum dengan industri dan skema sertifikasi yang belum lengkap juga menjadi tantangan untuk penyiapan tenaga kerja hijau.
Kemnaker mendorong penguatan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) agar lulusan BLK memiliki sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional maupun global.
Baca juga: Ekonomi Hijau Tumbuh, Uni Eropa Catat Lonjakan Signifikan Green Jobs
Kemnaker mengalokasikan anggaran sekitar Rp 6 triliun untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM), dengan target pelatihan vokasi bagi 340.000 peserta pada 2026.
Pelatihan berbasis kebutuhan industri dan berorientasi pada penempatan, dengan program dibuat lebih singkat sekaligus spesifik.
Sedangkan program magang nasional menargetkan 150.000 peserta pada 2026, dengan memperkuat school of the work transition dan pengembangan center of apprenticeship excellent untuk green skills.
Peta jalan (road map) untuk pengembangan green jobs di Indonesia, kata dia, perlu semakin disusun dengan lebih mendetail dan serangkaian tahapannya harus berujung pada skema sertifikasi.
Baca juga: Energi Terbarukan Ciptakan 6-10 Juta Green Jobs pada 2060, Tapi Pekerja RI Sulit Direkrut
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya