Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Cage Free Eggs", Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur

Kompas.com, 23 Oktober 2026, 10:20 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Isu "Telur Bebas Sangkar" (Cage Free Eggs) saat ini sedang menjadi salah satu topik tren utama dalam isu keberlanjutan, kesejahteraan hewan, serta rantai pasok pangan bertanggung jawab global maupun nasional.

Dalam industri peternakan ayam petelur konvensional, mayoritas ayam dipelihara dalam sangkar baterai, kandang kawat sempit berderet di mana setiap ayam hanya memiliki ruang gerak seukuran lembaran kertas A4.

Di dalam sangkarnya, ayam tidak dapat mengepakkan sayap, berjalan, membentangkan tubuh, atau mengekspresikan perilaku alamiahnya.

Sistem bebas sangkar (cage free) mencoba mengubah total pola tersebut. Ayam tidak dikurung dalam sel kawat sempit, melainkan dilepas di dalam bangsal/kandang tertutup yang luas.

Tidak berhenti sampai di situ, peternakan juga menyediakan fasilitas bertengger (roosting), area bersarang untuk bertelur (nesting boxes), serta media untuk mengais atau mandi debu (litter/dust bathing).

Perlu dibedakan, cage free berarti ayam bebas bergerak di dalam kandang (indoor), sedangkan free range meliput akses tambahan lebih luas hingga ke area luar ruangan (outdoor).

Isu cage free kini telah bergeser dari sekadar wacana aktivis menjadi indikator penting dalam pemenuhan kriteria ESG (Environmental, Social, and Governance) serta Sustainable Development Goals (SDGs).

Banyak korporasi multinasional dan rantai ritel/perhotelan global telah menetapkan tenggat waktu kebijakan "100% Cage-Free Egg Commitment"  implementasi penuh antara tahun 2025–2030.

Kebijakan ini mewajibkan seluruh rantai pasok (supply chain) mereka, termasuk pemasok lokal di Indonesia, untuk beralih dari telur sangkar baterai ke telur bebas sangkar.

Menjembatani Komitmen dan Realitas Rantai Pasok

Tantangan krusial inilah yang mengemuka dalam forum Corporate Roundtable Discussion 2026 bertema "Beyond Commitment: Corporate Insights and Collaboration for Responsible Sourcing" yang diselenggarakan oleh Animal Friends Jogja (AFJ) di Yogyakarta (22/10/2026).

Baca juga: Tiket Ragunan Boleh Naik Jadi Rp 10.000, Asal untuk Kesejahteraan Hewan, Jangan Dikorupsi!

Diskusi hibrida yang mempertemukan perusahaan, produsen, pemerintah, dan organisasi kesejahteraan hewan ini menyoroti bahwa komitmen korporasi tidak akan berdampak nyata tanpa kesiapan hulu hingga hilir, mulai ketersediaan pasokan, stabilitas harga, standar kualitas, hingga ketertelusuran produk.

Forum Corporate Roundtable Discussion 2026 bertema Beyond Commitment: Corporate Insights and Collaboration for Responsible Sourcing yang diselenggarakan oleh Animal Friends Jogja (AFJ) di Yogyakarta (22/10/2026).

DOK. AFJ Forum Corporate Roundtable Discussion 2026 bertema Beyond Commitment: Corporate Insights and Collaboration for Responsible Sourcing yang diselenggarakan oleh Animal Friends Jogja (AFJ) di Yogyakarta (22/10/2026).

Dalam forum tersebut, Ketua Kelompok Substansi Penerapan, Pengawasan, dan Sertifikasi Mutu Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Boethdy Angkasa menyampaikan pemerintah mendukung transisi menuju sistem cage-free sebagai bentuk diferensiasi produk yang selaras dengan tren gaya hidup sehat masyarakat.

Dari sisi produsen, Syamim Shihab dari PT Mega Berlian Utama (Widodo Makmur Group) menguraikan pentingnya menjaga kontinuitas pasokan dan kapasitas produksi agar kebutuhan industri tetap terpenuhi secara konsisten.

Sejumlah pelaku industri juga membagikan strategi transisi mereka. Fredeswinda Sukma dari Garrya Bianti Yogyakarta mengandalkan kemitraan dengan peternak lokal dan komunitas perempuan, sementara Dinda Paramitha dari Dough Lab menyoroti pentingnya standarisasi kualitas dan verifikasi pemasok.

Dari sudut pandang pengadaan bahan baku, Tri Widiantoro dari Chocolate Monggo menegaskan bahwa praktik pengadaan yang bertanggung jawab harus menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang diiringi edukasi konsumen.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Pemerintah
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Swasta
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Pemerintah
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pemerintah
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
LSM/Figur
'Cage Free Eggs', Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
"Cage Free Eggs", Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
LSM/Figur
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
LSM/Figur
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
LSM/Figur
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Pemerintah
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Pemerintah
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
Pemerintah
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Pemerintah
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
LSM/Figur
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
LSM/Figur
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau