Bank Dunia mempromosikan apa yang disebutnya sebagai AI skala kecil yaitu aplikasi praktis yang dirancang untuk melakukan tugas-tugas khusus dan menanggapi kebutuhan lokal.
Baca juga: Bank Dunia Kantongi Rp 70,78 Triliun dari Penjualan Obligasi Berkelanjutan
Contohnya meliputi alat untuk mendeteksi penyakit tanaman, membantu tenaga kesehatan, dan membantu pelaku usaha mengelola stok barang.
Seiring dengan strategi tersebut, grup Bank Dunia mengumumkan Inisiatif Infrastruktur dan Kesiapan AI untuk membantu negara-negara berkembang mendapatkan akses kapasitas komputasi yang terjangkau.
Inisiatif ini menawarkan akses bersama dengan sistem bayar-sesuai-pemakaian (pay-as-you-go) ke unit pemrosesan grafis (GPU) khusus, yang digunakan untuk mengembangkan dan menjalankan aplikasi AI.
Pada tahap awal difokuskan di Afrika dan Amerika Latin, inisiatif ini bertujuan untuk memberikan alternatif selain harus membangun pusat data nasional mandiri yang mahal.
Melalui pendanaan, saran kebijakan, investasi swasta, dan jaminan, grup Bank Dunia menyatakan tujuannya adalah untuk membantu negara-negara berkembang mengubah peningkatan akses digital menjadi produktivitas yang lebih tinggi, layanan publik yang lebih baik, dan peluang ekonomi yang lebih luas.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya