Dalam konteks Sulteng, besarnya investasi menjadi peluang untuk memperkuat hubungan antara pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, pencapaian tersebut perlu ditopang oleh kebijakan dan pelaksanaan yang memastikan masyarakat lokal dapat memperoleh manfaat dari perkembangan ekonomi daerah.
Baca juga: Hilirisasi Nikel Disebut Belum Dorong Penguatan SDM dan Industri Lokal
Secara nasional, realisasi investasi pada Januari–September 2026 mencapai Rp 1.539,2 triliun atau tumbuh 7,3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi tersebut menyerap 2.194.496 tenaga kerja di berbagai sektor ekonomi.
Dari jumlah tersebut, investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp 779,4 triliun atau setara 50,6 persen dari total investasi nasional. Sementara itu, investasi di Pulau Jawa tercatat sebesar Rp 759,8 triliun atau 49,4 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa investasi di luar Jawa memiliki peran penting dalam perekonomian nasional.
"Capaian realisasi investasi menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong agar manfaat pembangunan semakin dirasakan oleh masyarakat," tegas Anwar.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya