Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BLDF Gelar Aksi Penghijauan Bersama Mitra Tani

Kompas.com, 9 Februari 2024, 07:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada tahun keempat penyelenggaraan #OneActionOneTree (#OAOT), gerakan digital yang diinisiasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF), mulai memanen hasil.

Adalah Kelompok Tani Wonorejo yang menikmati hasil panen dari Multipurpose Trees Species (MPTS) yang ditanam dan dirawat secara berkelanjutan.

Tidak hanya memberdayakan komunitas tani, penanaman bibit secara berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadikan kawasan perbukitan dan pegunungan asri.

#OAOT merupakan kegiatan tahunan dari Siap Darling yang mengonversi aktivitas sehari-hari individu seperti lari, bersepeda, dan bermedia sosial menjadi bibit pepohonan.

Baca juga: Abah Jajang, Pemilik Rumah Surga di Cianjur Dapat Penghargaan Tokoh Lingkungan

Bekerja sama dengan kelompok tani untuk merawat bibit yang tertanam di Perbukitan Patiayam dan lereng Gunung Muria, Kudus, inisiatif ini bermaksud memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi komunitas dan ekologis bagi lingkungan.

Communications Director Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara menuturkan, saat ini generasi muda semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan tempat bumi berpijak dan memiliki semangat untuk berpartisipasi aktif dalam melakukan perubahan.

"Di #OAOT, kami menjaga energi ini dengan menyediakan wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi, sekaligus memungkinkan peserta melihat langsung efek penanaman ke komunitas tani dan lingkungan,” ujar Mutiara, dalam rilis Kamis (8/2/2024).

Mendukung energi positif ini, #OAOT yang dimulai pada tahun 2020 lalu telah berhasil mengumpulkan 1.506.197 km dari aktivitas bersepeda, 260.068 km dari kegiatan lari, dan 5.292 unggahan di sosial media, yang dikonversi menjadi 62.180 bibit pohon.

Baca juga: Agus Ajak Industri Gunakan Udaraku, Platform Mitigasi Kerusakan Lingkungan

Penanaman simbolis hasil #OAOT dilaksanakan di Desa Gondoharum, Jekulo, Kabupaten Kudus oleh sepuluh perwakilan Darling Squad, tiga peringkat teratas #OAOT pada Selasa, 6 Februari 2024.

Mashuri selaku Ketua Kelompok Tani Wonorejo yang hadir di acara menyebut, kegiatan penanaman yang konsisten dilakukan tiap tahun mendorong anggota komunitas tani untuk bergabung.

Mulanya hanya 111 petani yang tertarik menanam MPTS di sela-sela lahan tebu dan jagung pada 2020. Kini, total ada 1.291 petani yang ikut dalam inisiatif tersebut.

Apalagi sekarang bibit yang ditanam sudah mulai berkembang dan menghasilkan.

"Sekalipun butuh waktu tahunan pada awal pertumbuhannya untuk mencapai panen, kami percaya, tanaman ini bisa dinikmati dalam jangka panjang sehingga bernilai ekonomi bagi kami dan generasi mendatang,” kata Mashuri.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau