Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jefri Setiawan Kembali Pecahkan Rekor Dunia Bermain Piano dengan Mata Tertutup

Kompas.com, 31 Agustus 2023, 11:08 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

SYDNEY, KOMPAS.com- Menyusul sukses memecahkan rekor selama enam jam di Dubai tahun 2022 lalu, kali ini Jefri Setiawan kembali berhasil memainkan piano tanpa henti dengan mata tertutup di Sydney, Australia.

Jefri memecahkan rekor dunia bermain piano dengan mata tertutup dalam penampilannya pada memorizing the songs while playing the piano non-stop blindfolded for the longest time in the world, di Master Piano Institute, pada tanggal Rabu, 30 Agustus 2023.

Di hadapan dewan juri Seema Balakrishna dan Malathi Madhavan dari Universal Records Forum (URF). Jefri diminta menghafal dan memainkan piano selama 90 menit non-stop dengan mata tertutup untuk 170 lagu.

Namun hanya sampai pada 45 lagu, dewan juri telah menyatakan Jefri berhasil memenuhi apa yang disyaratkan,  sehingga meraih empat penghargaan sekaligus.

Baca juga: WNI Sambut Antusias Layanan Warung Konsuler KJRI Sydney di Brisbane

Rekor dunia World Talent Book tersebut masing-masing untuk kategori "Memorized Songs While Playing Piano non-stop Blindfolded for the Longest Time", dan URF Asian Records “Memorizing Songs While Playing Piano non-stop Blindfolded for the Longest Time”.

Selain itu Jefri juga dianugerahi ABR Icon Awards 2023 kategori "Top Talent of The Year 2023", satu dari 18 orang yang dipilih dari 186 pemegang rekor ABR serta penghargaan dari Master Piano Institute atas prestasinya tersebut.

Penampilan Jefri terselenggara atas kerja sama KJRI Sydney dan Universitas Gunadarma serta Universitas Yarsi Jakarta.

Jefri berhasil memukau para undangan yang hadir untuk memainkan piano tanpa henti dengan mata tertutup selama 90 menit lebih.

Adapun lagu yang dimainkan di antaranya Gugur Bunga-Ismail Marzuki, Gebyar-Gebyar -Gombloh, Berkibarlah benderaku-Ibu Sud, Fur Elise-Beethoven, Fix You- Coldplay, Hero-Mariah Carey, Heal the World-Michael Jackson dan beberapa lagu populer lainnya termasuk karya Jefri sendiri.

Baca juga: Harmonature, Cara KBRI Sofia Tingkatkan Ekonomi Kreatif dan Kunjungan Turis Mancanegara

Juri dari URF yang secara teliti mendengarkan dan menyimak nada piano dan lagu yang dimainkan akhirnya mengumumkan kepada undangan yang hadir bahwa Jefri telah lolos uji atas kemahiran Jefri yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh undangan yang hadir.

"Penampilan Jefri yang memainkan piano secara terus-menerus, menghafal puluhan lagu sambil mata ditutup dengan kain, adalah pencapaian yang sangat membanggakan," tutur Malathi Madhavan.

Remaja kelahiran Kendal 17 tahun lalu, ini mengungkapkan prestasinya tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak seperti Universitas Gunadharma, Konsulat Jenderal RI di Sydney, Universitas Yarsi serta orang tua.

"Atas kebaikan hati banyak orang akhirnya saya berada ditahap ini," ujarnya singkat.

Konjen RI Sydney Vedi Kurnia Buana mengatakan, Jefri merupakan kebanggaan bangsa karena telah memberi kontribusi banyak dalam memperkenalkan Indonesia di luar negeri.

Hal ini patut mendapat dukungan dari semua pihak dan keberhasilan Jefri ini juga telah memberi inspirasi bagi anak muda Indonesia termasuk WNI dan diaspora di Australia.

"Tentunya kami berharap Jefri dapat mencapai sesuatu yang lebih lagi ke depannya. Kita patut berbangga hati atas keberhasilan Jefri ini," ujar Vedi.

Rekam jejak Jefri

Perjalanan Jefri dimulai pada 2018 saat ia berhasil memecahkan rekor memainkan piano selama tiga jam untuk 100 lagu dengan mata tertutup di Berlin, Jerman.

Selanjutnya, pada Maret 2020, Jefri kembali memecahkan rekor di India. saat itu, dia memainkan 120 lagu dengan mata tertutup.

Tetapi sebelum berkahir 120 lagu Jefri telah dinyatakan berhasil pada lagu ke 10 karena juri kagum atas permainan piano Jefri sehingga meraih penghargaan rekor dunia.

Namanya bahkan dicatat dalam Royal Success Book of Record, bersama tokoh-tokoh lain yang dianggap memiliki talenta luar biasa.

Di TanahAair sendiri, Putra sulung dari pasangan Joko Manis dan Indah Setyoningsih ini sudah beberapa kali menciptakan rekor hingga mendapatkan sejumlah penghargaan.

Beberapa di antaranya dari Museum Rekor Indonesia-Dunia (MURI) dan Lembaga Prestasi Indonesia dan Dunia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Bukan Malas, Gen Z Mulai Tinggalkan Budaya Kerja yang Bikin 'Burnout'
Bukan Malas, Gen Z Mulai Tinggalkan Budaya Kerja yang Bikin "Burnout"
LSM/Figur
Kekerasan Daring terhadap Jurnalis Perempuan Meningkat akibat AI
Kekerasan Daring terhadap Jurnalis Perempuan Meningkat akibat AI
LSM/Figur
Tiga Bayi Harimau Benggala Lahir di Taman Safari Prigen
Tiga Bayi Harimau Benggala Lahir di Taman Safari Prigen
Pemerintah
Konferensi Santa Marta: 60 Negara Bahas Peralihan Energi Fosil ke Energi Terbarukan
Konferensi Santa Marta: 60 Negara Bahas Peralihan Energi Fosil ke Energi Terbarukan
Pemerintah
Induk dan Anak Gajah Ditemukan Tewas di Bengkulu, Kemenhut Telusuri Penyebabnya
Induk dan Anak Gajah Ditemukan Tewas di Bengkulu, Kemenhut Telusuri Penyebabnya
Pemerintah
Percepat Transisi Energi, PLN Garap PLTS Mentari Nusantara I Berkapasitas 1,225 GW
Percepat Transisi Energi, PLN Garap PLTS Mentari Nusantara I Berkapasitas 1,225 GW
BUMN
Perancis Targetkan Bebas Energi Fosil pada 2050
Perancis Targetkan Bebas Energi Fosil pada 2050
Pemerintah
Jadi Masalah Lingkungan dan Inefisiensi, Limbah Makanan Industri Perhotelan Disorot
Jadi Masalah Lingkungan dan Inefisiensi, Limbah Makanan Industri Perhotelan Disorot
Pemerintah
Waspada Krisis Energi, India Imbau Warganya Pakai Listrik Sampai Pukul 17.00
Waspada Krisis Energi, India Imbau Warganya Pakai Listrik Sampai Pukul 17.00
Pemerintah
Awas Ikan Sapu-sapu Rusak Ekosistem dan Ancam Ikan Lokal di Indonesia
Awas Ikan Sapu-sapu Rusak Ekosistem dan Ancam Ikan Lokal di Indonesia
Pemerintah
UT School Gelar Wisuda Nasional Mekanik Alat Berat Batch 37
UT School Gelar Wisuda Nasional Mekanik Alat Berat Batch 37
Swasta
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah hingga 7 Mei 2026
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah hingga 7 Mei 2026
Pemerintah
El Nino Berisiko Tingkatkan Konflik Manusia dengan Satwa, Begini Kata Pakar
El Nino Berisiko Tingkatkan Konflik Manusia dengan Satwa, Begini Kata Pakar
Pemerintah
Setelah Krisis Selat Hormuz, Ancaman Besar Masih Menanti Dunia
Setelah Krisis Selat Hormuz, Ancaman Besar Masih Menanti Dunia
Pemerintah
Sejarah Hari Buruh: Berawal dari Tuntutan Pekerja Kurangi Jam Kerja
Sejarah Hari Buruh: Berawal dari Tuntutan Pekerja Kurangi Jam Kerja
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau