JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggandeng Korea Institute of Science and Technology (KIST) serta Korea Invention Promotion Association (KIPA), untuk membangun Sustainable Smart Greenhouse atau SGH di Indonesia.
Kepala Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup BRIN, Nugroho Adi Sasongko, mengatakan rumah kaca pintar akan dibangun seluas 2.000 meter persegi di Bogor.
Hal ini, menurut dia, merupakan upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Peneliti BRIN: RDF Jadi Solusi Jangka Pendek Mengatasi Persoalan Sampah
“Kerja sama antara BRIN, KIST, dan KIPA diharapkan menjadi langkah besar menuju pengembangan teknologi pertanian yang berkelanjutan dan inovatif di Indonesia,” ujar Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (5/4/2025).
Kolaborasi BRIN dengan KIST dan KIPA mencakup berbagai aspek antara lain riset, pengembangan teknologi, pertukaran peneliti, hingga pelaksanaan proyek bersama sampai 2027 mendatang.
Nugroho menjelaskan, BRIN dan KIST berfokus pada penelitian dan pengembangan SGH. Sementara KIPA akan mengarah pada riset, pengembangan, serta perlindungan hak kekayaan intelektual terkait inovasi SGH di Asia.
“Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan Indonesia akan semakin maju dalam pemanfaatan teknologi pertanian berbasis sains dan inovasi,” ungkap Nugroho.
“Selain itu, proyek ini juga memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan dalam bidang riset dan pengembangan, terutama dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan pembangunan pertanian yang berkelanjutan,” imbuh dia.
Sementara itu, perwakilan KIST, Lee menyampaikan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari Official Development Assistance (ODA) Korea. Pihaknya pun menyatakan komitmen untuk mendukung riset SGH.
Baca juga: Ahli BRIN: Laut Makin Tercemar karena Aktivitas Manusia dan Krisis Iklim
"Kami berharap tim infrastruktur BRIN dapat segera menyelesaikan land clearing agar tahap berikutnya dapat berjalan sesuai rencana," sebut Lee.
Nantinya, KIST menempatkan tenaga ahli untuk mendampingi operasional SGH serta memberikan pelatihan kepada para peneliti BRIN. Setelah proyek riset selesai pada 2027, rumah kaca pintar akan diserahkan sepenuhnya kepada BRIN untuk dioperasionalkan.
Untuk diketahui, KIST merupakan institusi riset terkemuka di Korea Selatan yang berfokus pada pengembangan teknologi dan inovasi di berbagai sektor termasuk pertanian, energi, dan kesehatan.
Sedangkan KIPA adalah organisasi yang mendukung inovasi dan perlindungan hak kekayaan intelektual. KIPA berperan dalam memfasilitasi perkembangan teknologi dan paten, serta mendukung perlindungan hak cipta di Korea Selatan maupun negara-negara mitra.
Plt Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN, Indriyani, menekankan pentingnya eksekusi yang cepat dan tepat pasca-penandatanganan perjanjian kerja sama.
Baca juga: BRIN Kembangkan Sel Surya Mikroalga, Disebut Lebih Ramah Lingkungan
Ia menegaskan terdapat kebutuhan untuk pendampingan terkait dokumen administrasi dan regulasi, guna memastikan kelancaran pengiriman material ke lokasi proyek.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya