Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peringati Hari Bumi Sedunia, Lippo Mall Kemang Terima Sertifikasi Green Building EDGE

Kompas.com, 23 April 2025, 12:31 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dalam rangka memperingati Hari Bumi ke-55, Lippo Mall Kemang—salah satu pusat perbelanjaan unggulan yang dikelola PT Lippo Malls Indonesia (LMI)—berhasil meraih sertifikasi bangunan hijau EDGE dari International Finance Corporation (IFC).

Sertifikasi tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui penghematan energi, air, dan material bangunan.

Plakat EDGE diserahkan oleh East Asia Regional Green Buildings Lead CBD IFC Benjamin Van Der Auwera kepada Direktur Mal Lippo Mall Kemang, Dimas Aditya Kusuma.

Presiden Direktur Lippo Malls Indonesia Marlo Budiman turut hadir dalam seremoni yang berlangsung di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2025).

Sebagai informasi, EDGE atau Excellence in Design for Greater Efficiencies merupakan sistem sertifikasi bangunan hijau global yang dikembangkan oleh IFC—anggota Grup Bank Dunia. Di Indonesia, sertifikasi ini difasilitasi oleh Green Building Council Indonesia (GBCI).

Baca juga: Dukung Ekonomi Sirkular, Lippo Malls Indonesia Perkuat Strategi Pengelolaan Sampah

Hingga kini, hanya 224 bangunan di Indonesia yang berhasil memperoleh sertifikasi EDGE. Selain Lippo Mall Kemang, dua mal lain yang dikelola LMI, yakni Sun Plaza di Medan dan Lippo Mall Puri di Jakarta, juga telah mengantongi sertifikasi serupa.

Komitmen terhadap keberlanjutan

Berdasarkan hasil verifikasi IFC, Lippo Mall Kemang mencatatkan penghematan energi sebesar 20,3 persen, efisiensi penggunaan air hingga 38,8 persen, serta pengurangan emisi karbon dari material bangunan sebesar 100 persen dibandingkan bangunan konvensional. Inisiatif ini berkontribusi pada penghematan biaya utilitas hingga Rp 4 miliar per tahun.

Beberapa langkah konkret yang dilakukan Lippo Mall Kemang antara lain penggunaan perangkat sanitasi hemat air, pemanfaatan air hujan, serta sistem pengolahan air bekas untuk digunakan kembali. Upaya ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan yang dijalankan perusahaan.

Baca juga: Rebranding di Usia 3 Dekade, Lippo Mall Cikarang Perkuat Komitmen Ramah Lingkungan

Marlo menyampaikan bahwa pencapaian itu sejalan dengan tema Hari Bumi 2025, yaitu "Energi Kita adalah Planet Kita".

"Melalui tema ini, kita diingatkan kembali tentang pentingnya peran serta masyarakat dunia dalam menyelamatkan bumi dan ekosistemnya. Salah satunya dengan mendukung pemanfaatan energi terbarukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca," ujar Marlo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa.

Ia menambahkan, PT Lippo Malls Indonesia juga punya komitmen selaras dengan induk usahanya, PT Lippo Karawaci Tbk, untuk menjalankan program dekarbonisasi secara konsisten.

Program tersebut merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung pengurangan emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari aktivitas bisnis sekaligus kontribusi nyata dalam mengatasi krisis iklim.

"Kami percaya bahwa sektor properti memiliki peran penting dalam membentuk masa depan yang lebih ramah lingkungan. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus berinovasi dalam operasional bangunan yang berkelanjutan," ujar Marlo.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dianggap Boros Emisi, Perjalanan Udara Presiden FIFA di Piala Dunia Tuai Protes
Dianggap Boros Emisi, Perjalanan Udara Presiden FIFA di Piala Dunia Tuai Protes
Pemerintah
Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola
Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola
Pemerintah
Mayoritas Pemimpin Bisnis Cemas Transisi Iklim Berjalan Kacau
Mayoritas Pemimpin Bisnis Cemas Transisi Iklim Berjalan Kacau
Pemerintah
PBB Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Lingkungan dari AI
PBB Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Lingkungan dari AI
Pemerintah
Dari Gang Sempit di Jakarta, Seorang ASN Bangun Ekonomi Sirkular yang Turut Hidupi Warga
Dari Gang Sempit di Jakarta, Seorang ASN Bangun Ekonomi Sirkular yang Turut Hidupi Warga
LSM/Figur
Konsorsium Tiga Media di Asia Tenggara Kerja Sama untuk Perkuat ESG
Konsorsium Tiga Media di Asia Tenggara Kerja Sama untuk Perkuat ESG
Pemerintah
Menilik Upaya BNI dalam Mendorong Pemerataan Pendidikan di Tanah Air
Menilik Upaya BNI dalam Mendorong Pemerataan Pendidikan di Tanah Air
BUMN
Survei KPMG: 4 dari 5 Perusahaan Bingung Ukur Nilai Ekonomi Bisnis Berkelanjutan
Survei KPMG: 4 dari 5 Perusahaan Bingung Ukur Nilai Ekonomi Bisnis Berkelanjutan
Pemerintah
BNPB Catat Banjir-Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah, Ribuan Orang Terdampak
BNPB Catat Banjir-Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah, Ribuan Orang Terdampak
Pemerintah
Ilusi Lahan Baru di Tengah Deforestasi
Ilusi Lahan Baru di Tengah Deforestasi
Pemerintah
Regulasi ESG di Indonesia Belum Penuhi Aspek yang Dipersyaratkan Pasar Global
Regulasi ESG di Indonesia Belum Penuhi Aspek yang Dipersyaratkan Pasar Global
Pemerintah
Krisis Iklim Rusak Keanekaragaman Hayati Mikroba Sungai
Krisis Iklim Rusak Keanekaragaman Hayati Mikroba Sungai
Pemerintah
BRIN dan YKAN Uji Pembakaran Gambut Terkendali untuk Perbaiki Akurasi Data Emisi Nasional
BRIN dan YKAN Uji Pembakaran Gambut Terkendali untuk Perbaiki Akurasi Data Emisi Nasional
LSM/Figur
Paparan Suhu Panas Ekstrem Global Naik 22 Persen, Apa Dampaknya?
Paparan Suhu Panas Ekstrem Global Naik 22 Persen, Apa Dampaknya?
LSM/Figur
PBB Peringatkan AI Perparah Bias Gender dan Kekerasan di Dunia Maya
PBB Peringatkan AI Perparah Bias Gender dan Kekerasan di Dunia Maya
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau