Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rebranding di Usia 3 Dekade, Lippo Mall Cikarang Perkuat Komitmen Ramah Lingkungan

Kompas.com, 11 Maret 2025, 04:50 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Memasuki usia tiga dekade pada Februari 2025, Mal Lippo Cikarang resmi mengusung nama baru Lippo Mall Cikarang.

Perubahan tersebut merupakan bagian dari strategi rebranding yang dijalankan oleh PT Lippo Malls Indonesia (LMI).

Chief Marketing Officer PT Lippo Malls Indonesia Santiwati Basuki mengatakan, pada perjalanan baru ini, Lippo Mall Cikarang juga berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau.

“Beberapa langkah yang telah diambil adalah penanaman lebih banyak pohon di sekitar area mal untuk mengurangi dampak suhu panas akibat kawasan industri,” ujar Santiwati dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (10/3/2025).

Lippo Mall Cikarang juga mengimplementasi sistem panel surya guna menghemat energi dan mengurangi emisi karbon (CO2) yang dihasilkan oleh pembangkit listrik konvensional.

“Langkah ini sejalan dengan upaya global dalam mengatasi perubahan iklim,” tegas Santiwati.

Baca juga: Polusi Udara Global Turun, tetapi di Negara Berkembang Tetap Tinggi

Dia menjelaskan, sebagai mal pertama yang dibangun dan dikelola oleh LMI sekaligus mal pertama di kawasan industri Cikarang, Lippo Mall Cikarang hadir untuk melengkapi fasilitas residensial dan industri yang dikembangkan oleh PT Lippo Cikarang Tbk.

Selama tiga dekade melayani warga Cikarang, Lippo Mall Cikarang telah melakukan berbagai peningkatan, baik dari sisi layanan maupun fasilitas. Beberapa renovasi yang telah dilakukan antara lain perbaikan plafon dengan desain lebih modern dan desain ruangan dengan suasana yang lebih terang dan segar.

“Kami juga merenovasi toilet untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan melakukan penyegaran tampilan fasad dengan konsep minimalis modern. Ini dilakukan untuk memberikan kesan lebih elegan dan kekinian,” tambah Santiwati.

Lippo Mall Cikarang juga memperkenalkan Thirty Avenue, yakni area outdoor mezzanine yang berlokasi di lantai satu untuk bersantai dan menikmati berbagai acara.

Baca juga: Pengelolaan Sampah Baru 39 Persen, KLH Targetkan Tuntas 2029

Dengan kapasitas lebih dari 200 orang, Thirty Avenue secara rutin menghadirkan live music setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu, serta menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai event menarik.

Santiwati mengatakan, sebagai upaya memberikan pengalaman berbelanja yang lebih variatif, Lippo Mall Cikarang menghadirkan tenant baru dan konsep penyegaran untuk beberapa brand ternama.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Playtopia. Wahana permainan anak terbesar di Cikarang dengan luas hampir 1.500 meter persegi itu yang menawarkan lebih dari 15 permainan interaktif untuk anak usia 1 hingga 16 tahun.

“Selain Playtopia, beberapa tenant baru yang kini hadir di Lippo Mall Cikarang antara lain Skechers, Sports Station, Crocs, Marugame Udon, D’Cost, Yang’s Braised Chicken, Bebek Semangat, Suteki, Breadlife, dan Dr. Specs. Kami juga akan membuka tenant Gokana, Tong Tji Tea House, Es Teh Indonesia, dan Ayam Keprabon,” kata dia merinci.

Baca juga: Teknologi Daur Ulang Tekstil, Solusi Masa Depan untuk Limbah Industri Fashion

Dengan berbagai inovasi tersebut, Santiwati berharap, Lippo Mall Cikarang tetap menjadi destinasi pilihan bagi keluarga untuk berwisata, berbelanja, serta menikmati pengalaman baru yang lebih nyaman dan modern.

Rebranding itu, lanjutnya, juga menegaskan komitmen LMI dalam menghadirkan inovasi serta layanan terbaik bagi masyarakat Cikarang dan sekitarnya.

“Dengan identitas baru dan berbagai inovasi yang dihadirkan, Lippo Mall Cikarang siap melangkah ke masa depan sebagai destinasi gaya hidup modern yang lebih segar, ramah lingkungan, dan nyaman bagi seluruh pengunjung,” imbuh Santiwati.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
Swasta
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
LSM/Figur
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
LSM/Figur
Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Kerja, KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Masinis dan Asisten
Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Kerja, KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Masinis dan Asisten
BUMN
SAF Berbasis Limbah Sawit Diusulkan Masuk Kebijakan Mandatori
SAF Berbasis Limbah Sawit Diusulkan Masuk Kebijakan Mandatori
LSM/Figur
Gas Asam Nitrat Bocor di Cilegon, BRIN Imbau untuk Cepat Dinetralkan
Gas Asam Nitrat Bocor di Cilegon, BRIN Imbau untuk Cepat Dinetralkan
Pemerintah
Di Balik Asap Pembakaran Sampah, Ada Masalah Sosial yang Tak Sederhana
Di Balik Asap Pembakaran Sampah, Ada Masalah Sosial yang Tak Sederhana
LSM/Figur
Gajah Sumatera Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Buru Pelaku
Gajah Sumatera Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Buru Pelaku
Pemerintah
Enggan Jadi Tempat Pembuangan Sampah, Malaysia Larang Impor Limbah Elektronik
Enggan Jadi Tempat Pembuangan Sampah, Malaysia Larang Impor Limbah Elektronik
Pemerintah
Bioavtur Berbasis Limbah Sawit Bisa Pangkas Signifikan Emisi Industri Penerbangan
Bioavtur Berbasis Limbah Sawit Bisa Pangkas Signifikan Emisi Industri Penerbangan
Swasta
Unicef Desak Negara Kriminalisasi Pembuat Konten Pelecehan Anak lewat AI
Unicef Desak Negara Kriminalisasi Pembuat Konten Pelecehan Anak lewat AI
Pemerintah
Ancaman Penambangan Laut Dalam, Kehidupan Dasar Laut Bisa Hilang
Ancaman Penambangan Laut Dalam, Kehidupan Dasar Laut Bisa Hilang
LSM/Figur
Pestisida Kian Beracun, Studi Ungkap Ancaman Serius bagi Satwa Liar
Pestisida Kian Beracun, Studi Ungkap Ancaman Serius bagi Satwa Liar
LSM/Figur
Asap Kuning Asam Nitrat di Cilegon Berbahaya, BRIN Jelaskan Dampaknya
Asap Kuning Asam Nitrat di Cilegon Berbahaya, BRIN Jelaskan Dampaknya
Pemerintah
Mandatori Biodiesel Sawit Hemat Devisa Rp 720 Triliun dan Tekan Emisi 228 Juta Ton CO2
Mandatori Biodiesel Sawit Hemat Devisa Rp 720 Triliun dan Tekan Emisi 228 Juta Ton CO2
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau