Aerogel berbasis silika memang lebih baik dalam isolasi, tapi harganya mahal hingga 50 Dolar AS per meter persegi dan mudah rusak saat ditekan.
Busa dari rumput laut–MXene ini diperkirakan bisa dijual 10 Dolar AS per meter persegi jika harga MXene turun. Beratnya lebih ringan, isolasinya sebanding, dan bisa menghasilkan listrik sendiri.
Minat dari industri sudah pun kini mulai muncul. Perusahaan pembuat rumah modular di Eropa akan menguji bahan ini sebagai pelapis dinding pada 2026.
Sementara itu, perusahaan baterai di California ingin mencoba material ini sebagai pengisi di antara sel baterai lithium-ion, untuk menyamakan tekanan dan mencegah kebakaran.
Sepuluh tahun lalu, rumput laut hanya dikenal sebagai bahan sushi dan MXene hanya dikenal di jurnal ilmiah.
Kini, keduanya bisa menjadi bahan bangunan masa depan, bisa menghasilkan listrik, tahan api, menyerap karbon, dan memberi peringatan kebakaran bahkan sebelum atap rumah pengguna mulai panas.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya