KOMPAS.com - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berencana membangun puskesmas di Cianjur, Jawa Barat, dengan menggalang dana melalui ajang lari KedokteRun 2025.
Pembangunan puskesmas merupakan upaya mendukung pemulihan pasca gempa Cianjur pada 21 November 2022 lalu.
Rencana pembangunan puskesmas bermula dari pertemuan antara para pejabat Pemerintah Kabupaten Cianjur dengan tim medis dari FKUI yang dikirim untuk memberikan bantuan darurat selama lebih dari satu bulan.
"Kami bertemu dengan pejabat dinas kesehatan Cianjur, dan akhirnya muncul rencana untuk merelokasi puskesmas dari Cugenang setelah kami berdiskusi dengan banyak pihak," ujar Ketua ILUNI FKUI, Wawan Mulayana dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Setelah fasilitas kesehatan baru itu terbangun, kata dia, pengelolaannya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur.
Puskesmas tersebut akan menjadi bagian dari binaan FKUI, yang memungkinkan para dokter, mahasiswa kedokteran, serta pihak terkait lainnya untuk memanfaatkannya sebagai tempat pendidikan dan penelitian.
FKUI telah menemukan lahan untuk pembangunan puskesmas pada akhir 2023 lalu. Untuk penggalangan dana sudah dimulai sejak 2024. FKUI berkali-kali mengadakan penggalangan dana untuk pembangunan puskesmas ini, termasuk mengadakan turnamen golf pada Januari 2025 lalu.
Baca juga: Akses Kesehatan Berkelanjutan, Kunci Atasi Penyakit Pernapasan Kronis
Selain mengadakan turnamen olahraga, FKUI mencari dana CSR dari sejumlah pihak. Hasil penggalangan dana juga akan digunakan untuk membeli alat-alat kesehatan yang dibutuhkan puskesmas.
"Kami berharap dengan beberapa event besar ini, mudah-mudahan target pencarian dana untuk pembangunan puskesmas yang kurang lebih sekitar Rp 3-4 M, itu bisa terkumpul," tutur Wawan.
Lokasi ajang lari KedokteRUN 2025 berada di RSUI, Kampus UI Depok. Rute lari melewati jalur hijau yang asri dan nyaman.
"Kami sengaja menggunakan venue yang hijau dan asik buat lariserta menjadikan satu momen yang tidak terlupakan setelah mengikuti kegiatan itu," ujar Ketua Panitia KedokteRun 2025, Dedy Rahmat.
Menurut Sekretaris Program Studi Spesialis Ilmu Kedokteran Olahraga FKUI, Listya Tresnanti Mirtha, lari merupakan olahraga yang ramah lingkungan.
"Tentu saja poin hijau itu menjadi penting karena tadi, dalam lari kita bisa meningkatkan kapasitas aerobik. Tentu saja lingkungan hijau, kondisi ini menjadi yang optimal. Itu yang perlu diingat. Jadi, untuk para penyelenggara lari, tentu saja lingkungan itu menjadi salah satu PR yang menjadi daya ungkit," ucapnya.
Baca juga: Tak Cuma Rusak Lingkungan, Panas Ekstrem Berdampak pada Kesehatan Emosi Kita
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya