Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Trek Lari, FKUI Targetkan Galang Rp 4M untuk Bangun Puskesmas Cianjur

Kompas.com, 9 September 2025, 17:31 WIB
Manda Firmansyah,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berencana membangun puskesmas di Cianjur, Jawa Barat, dengan menggalang dana melalui ajang lari KedokteRun 2025.

Pembangunan puskesmas merupakan upaya mendukung pemulihan pasca gempa Cianjur pada 21 November 2022 lalu.

Rencana pembangunan puskesmas bermula dari pertemuan antara para pejabat Pemerintah Kabupaten Cianjur dengan tim medis dari FKUI yang dikirim untuk memberikan bantuan darurat selama lebih dari satu bulan.

"Kami bertemu dengan pejabat dinas kesehatan Cianjur, dan akhirnya muncul rencana untuk merelokasi puskesmas dari Cugenang setelah kami berdiskusi dengan banyak pihak," ujar Ketua ILUNI FKUI, Wawan Mulayana dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Setelah fasilitas kesehatan baru itu terbangun, kata dia, pengelolaannya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Puskesmas tersebut akan menjadi bagian dari binaan FKUI, yang memungkinkan para dokter, mahasiswa kedokteran, serta pihak terkait lainnya untuk memanfaatkannya sebagai tempat pendidikan dan penelitian.

FKUI telah menemukan lahan untuk pembangunan puskesmas pada akhir 2023 lalu. Untuk penggalangan dana sudah dimulai sejak 2024. FKUI berkali-kali mengadakan penggalangan dana untuk pembangunan puskesmas ini, termasuk mengadakan turnamen golf pada Januari 2025 lalu.

Baca juga: Akses Kesehatan Berkelanjutan, Kunci Atasi Penyakit Pernapasan Kronis

Selain mengadakan turnamen olahraga, FKUI mencari dana CSR dari sejumlah pihak. Hasil penggalangan dana juga akan digunakan untuk membeli alat-alat kesehatan yang dibutuhkan puskesmas.

"Kami berharap dengan beberapa event besar ini, mudah-mudahan target pencarian dana untuk pembangunan puskesmas yang kurang lebih sekitar Rp 3-4 M, itu bisa terkumpul," tutur Wawan.

Lari di lingkungan asri

Lokasi ajang lari KedokteRUN 2025 berada di RSUI, Kampus UI Depok. Rute lari melewati jalur hijau yang asri dan nyaman.

"Kami sengaja menggunakan venue yang hijau dan asik buat lariserta menjadikan satu momen yang tidak terlupakan setelah mengikuti kegiatan itu," ujar Ketua Panitia KedokteRun 2025, Dedy Rahmat.

Menurut Sekretaris Program Studi Spesialis Ilmu Kedokteran Olahraga FKUI, Listya Tresnanti Mirtha, lari merupakan olahraga yang ramah lingkungan.

"Tentu saja poin hijau itu menjadi penting karena tadi, dalam lari kita bisa meningkatkan kapasitas aerobik. Tentu saja lingkungan hijau, kondisi ini menjadi yang optimal. Itu yang perlu diingat. Jadi, untuk para penyelenggara lari, tentu saja lingkungan itu menjadi salah satu PR yang menjadi daya ungkit," ucapnya.

Baca juga: Tak Cuma Rusak Lingkungan, Panas Ekstrem Berdampak pada Kesehatan Emosi Kita

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau