Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wujudkan Hak Dasar Anak, GNI dan Puskesmas Hadirkan Program Cek Kesehatan Gratis di SD Kelapa Gading

Kompas.com, 16 Oktober 2025, 18:25 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) bekerja sama dengan Puskesmas Kelapa Gading, Jakarta, menggelar layanan cek kesehatan gratis bagi siswa SDN Kelapa Gading Barat 01 Pagi, Jakarta Utara.

Kegiatan ini ditujukan kepada 399 siswa dan digelar pada 14-15 Oktober 2025 di aula dan perpustakaan sekolah bekerja sama dengan puskesmas sebagai tenaga pelaksana pemeriksaan kesehatan.

Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan Surat Edaran Bersama Kementerian untuk melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh satuan pendidikan dasar dan menengah. Surat Edaran juga menyatakan puskesmas memiliki tanggung jawab melakukan CKG Sekolah sesuai dengan wilayah kerjanya.

Pada layanan Cek Kesehatan Gratis ini, anak-anak mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, seperti pemeriksaan mata, telinga, gigi dan mulut.

GNI mendukung program ini dengan memberikan dukungan paket kebersihan diri berisi sikat gigi, pasta gigi, dental floss, dan pembersih lidah bagi anak.

Tak hanya Layanan Cek Kesehatan Gratis dan dukungan Paket Kebersihan Diri, pada acara ini anak juga mendapatkan edukasi mengenai hak anak dan kesehatan. Anak-anak diajarkan mengenai kebiasaan makan sehat dengan memilih makan-makanan yang lebih sehat.

Selain itu, dalam rangka mendukung program Puskesmas Ramah Anak, GNI juga memberi dukungan berupa buku-buku bacaan dan mainan anak yang diberikan kepada pihak puskesmas.

Sementara untuk di sekolah, GNI turut mendukung peralatan Kesehatan di Unit Kesehatan Siswa (UKS) dan sarana pendukung belajar yaitu komputer untuk keperluan ujian dan pembelajaran online yang diletakkan pada laboratorium komputer sekolah.

Yayasan GNI dan Puskesmas Kelapa Gading, Jakarta, menggelar layanan cek kesehatan gratis bagi siswa SDN Kelapa Gading Barat 01 Pagi, Jakarta Utara.DOK. GNI Yayasan GNI dan Puskesmas Kelapa Gading, Jakarta, menggelar layanan cek kesehatan gratis bagi siswa SDN Kelapa Gading Barat 01 Pagi, Jakarta Utara.

Fundraising and Communication Manager Gugah Nurani Indonesia, Anugerah Putra menegaskan inisiatif ini merupakan wujud komitmen GNI untuk memastikan anak-anak mendapatkan hak dasar mereka termasuk hak akan pelayanan kesehatan layak dan memadai.

"GNI juga mengabdikan diri dalam membantu anak-anak pada lingkungan kantor kami di area Kelapa Gading, Jakarta Utara,” ungkapnya.

Dia menjelaskan langkah baik ini merupakan kolaborasi lintas pihak termasuk SD Negeri Kelapa Gading Barat 01 dan juga Puskesmas Kelapa Gading guna memastikan anak memahami makna penting menjaga kesehatan serta mengajarkan kesehatan sejak dini.

Baca juga: Menengok Partisipasi Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Remaja Samarinda

Kepala Sekolah SD Negeri Kelapa Gading Barat 01, Sudarsih Parsih dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas kolaborasi Puskesmas Kelapa Gading dan Gugah Nurani Indonesia untuk muridnya.

"Bantuan perangkat alat kebersihan, alat UKS, dan lab komputer sangat bermanfaat untuk kesehatan dan proses belajar mengajar anak," pungkasnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dianggap Boros Emisi, Perjalanan Udara Presiden FIFA di Piala Dunia Tuai Protes
Dianggap Boros Emisi, Perjalanan Udara Presiden FIFA di Piala Dunia Tuai Protes
Pemerintah
Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola
Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola
Pemerintah
Mayoritas Pemimpin Bisnis Cemas Transisi Iklim Berjalan Kacau
Mayoritas Pemimpin Bisnis Cemas Transisi Iklim Berjalan Kacau
Pemerintah
PBB Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Lingkungan dari AI
PBB Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Lingkungan dari AI
Pemerintah
Dari Gang Sempit di Jakarta, Seorang ASN Bangun Ekonomi Sirkular yang Turut Hidupi Warga
Dari Gang Sempit di Jakarta, Seorang ASN Bangun Ekonomi Sirkular yang Turut Hidupi Warga
LSM/Figur
Konsorsium Tiga Media di Asia Tenggara Kerja Sama untuk Perkuat ESG
Konsorsium Tiga Media di Asia Tenggara Kerja Sama untuk Perkuat ESG
Pemerintah
Menilik Upaya BNI dalam Mendorong Pemerataan Pendidikan di Tanah Air
Menilik Upaya BNI dalam Mendorong Pemerataan Pendidikan di Tanah Air
BUMN
Survei KPMG: 4 dari 5 Perusahaan Bingung Ukur Nilai Ekonomi Bisnis Berkelanjutan
Survei KPMG: 4 dari 5 Perusahaan Bingung Ukur Nilai Ekonomi Bisnis Berkelanjutan
Pemerintah
BNPB Catat Banjir-Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah, Ribuan Orang Terdampak
BNPB Catat Banjir-Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah, Ribuan Orang Terdampak
Pemerintah
Ilusi Lahan Baru di Tengah Deforestasi
Ilusi Lahan Baru di Tengah Deforestasi
Pemerintah
Regulasi ESG di Indonesia Belum Penuhi Aspek yang Dipersyaratkan Pasar Global
Regulasi ESG di Indonesia Belum Penuhi Aspek yang Dipersyaratkan Pasar Global
Pemerintah
Krisis Iklim Rusak Keanekaragaman Hayati Mikroba Sungai
Krisis Iklim Rusak Keanekaragaman Hayati Mikroba Sungai
Pemerintah
BRIN dan YKAN Uji Pembakaran Gambut Terkendali untuk Perbaiki Akurasi Data Emisi Nasional
BRIN dan YKAN Uji Pembakaran Gambut Terkendali untuk Perbaiki Akurasi Data Emisi Nasional
LSM/Figur
Paparan Suhu Panas Ekstrem Global Naik 22 Persen, Apa Dampaknya?
Paparan Suhu Panas Ekstrem Global Naik 22 Persen, Apa Dampaknya?
LSM/Figur
PBB Peringatkan AI Perparah Bias Gender dan Kekerasan di Dunia Maya
PBB Peringatkan AI Perparah Bias Gender dan Kekerasan di Dunia Maya
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau