JAKARTA, KOMPAS.com - Tropenbos Indonesia (TI) mengembangkan pendekatan holistik guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut di Ketapang, Kalimantan Barat.
Pemerintah Kabupaten Ketapang lalu mengadopsi masterplan tersebut, untuk melindungi 50.000 hektare lahan gambut terdegradasi di Kawasan Hidrologis Gambut (KHG) Pawan-Kepulu-Pesaguan.
"Kami melakukan rewetting, revegetation, revitalization. Untuk rewetting kami sudah membangun 13 sekat kanal, revegetation kami sudah menanam 50 hektare, lalu revitalization kami mengembangkan livelihood perikanan darat di gambut," kata Direktur TI, Edi Purwanto, ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2025).
Pihaknya mendapatkan pendanaan Anggaran Dana Desa (ADD) dari Pemkab Ketapang untuk Tim Pelaksana Pemantau Gambut (TPPG) di empat desa. Sehingga masyarakat sekitar dapat mencegah karhutla secara mandiri.
Baca juga: Di Balik Sunyi Rawa Gambut Ketapang: Perjuangan Warga Menantang Api Karhutla
Dalam satu dekade terakhir, TI juga memfasilitasi pengusulan Hutan Desa di 13 desa dengan total luas mencapai 25.817 ha. Dari luasan itu, sekitar 7.000 ha mendapatkan pendanaan Payments for Ecosystem Services (PES) melalui skema Result-Based Payment dari Rimba Collectiv hingga 25 tahun ke depan.
Lainnya, membantu penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Ketapang yang kini telah ditetapkan sebagai Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2025. Dokumen ini menjadi dasar pengelolaan lingkungan hidup jangka panjang di tingkat kabupaten.
Di samping itu, hilirisasi karet dilakukan di Ketapang dengan pembentukan empat kelompok tani yang kemudian bergabung membentuk Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB).
"UPPB berperan menjadi wadah pemasaran bersama bokar bagi petani dan memperpendek rantai pasok karet karena terhubung langsung dengan pabrik pengolahan karet PT Bintang Borneo Persada," tutur Edi.
Baca juga: Pemerintah Fokus Tangani Karhutla di Luar 6 Wilayah Prioritas
"Setelah bisnis UPPB berkembang, kelembagaan ini bertransformasi menjadi Koperasi Juring Raya Sejahtera dan mengembangkan diversifikasi produk agroforestri selain karet, seperti kopi, tengkawang, dan kepayang," imbuh dia.
Melihat keberhasilan di Ketapang, TI merencanakan perluasan program perhutanan sosial dan pencegahan karhutla berbasis gambut ke wilayah lain di Kalimantan Barat.
“Jadi kami akan mengembangkan perhutanan sosial dan pencegahan karhutla tidak hanya di Ketapang, tetapi juga di luar lanskap Ketapang,” papar Edi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya