Editor
KOMPAS.com - Grup United Tractors (UT) memperkuat komitmen terhadap transisi energi di Indonesia. Salah satunya dengan mengoptimalkan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Besai Kemu di Kabupaten Way Kanan, Lampung.
PLTM Besai Kemu, yang dikelola melalui PT Energia Prima Nusantara (EPN) dan PT Uway Energi Perdana (UEP), memiliki kapasitas 2 × 3,5 MW dan menghasilkan listrik sekitar 33,4 GWh per tahun.
Pasokan tersebut disalurkan kepada PT PLN (Persero) dan setara dengan kebutuhan listrik 16.000–22.000 rumah tangga.
Baca juga: United Tractors Dorong Inovasi Berkelanjutan Lewat SOBAT Competition 2025
Direktur EPN, Boy Gemino Kalauserang, mengatakan pembangunan pembangkit energi terbarukan menjadi bagian dari strategi transformasi bisnis UT menuju masa depan rendah karbon.
“PLTM Besai Kemu adalah contoh nyata dukungan kami terhadap transisi energi nasional. Selain memperkuat ketahanan energi daerah, pembangkit ini berkontribusi mengurangi emisi karbon melalui pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan,” ujar Boy pekan lalu.
Selain meninjau fasilitas pembangkit, rangkaian kegiatan juga mencakup penanaman pohon serta pembagian 100 bibit pohon buah, termasuk mangga dan durian kepada masyarakat Desa Kemu dan desa-desa sekitar wilayah operasional.
Sementara itu Presiden Direktur UEP, Asep Iwan Gunawan, menegaskan bahwa pengembangan energi terbarukan harus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat.
“Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga komitmen membangun hubungan jangka panjang dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Kegiatan kunjungan turut dihadiri jajaran manajemen Grup UT, perwakilan pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat, termasuk Camat Banjit Nasrullah Ali serta beberapa kepala kampung di wilayah sekitar.
Melalui inisiatif ini, UT berharap publik dapat melihat bahwa transformasi energi sedang berjalan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Baca juga: United Tractors Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Cek Syaratnya
“Transformasi energi bukan sekadar wacana, tetapi sudah berjalan nyata,” ujar Boy.
EPN saat ini mengembangkan berbagai proyek energi terbarukan, termasuk PLTS atap dengan total kapasitas terpasang 17,3 MWp, sejumlah proyek microgrid hybrid dengan BESS, hingga portofolio pembangkit berbasis air dan panas bumi. Perusahaan juga tengah menjajaki PPA untuk PLTSa Legok Nangka berkapasitas 40 MW.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya