Di sisi lain, banjir bandang telah memaksa sekitar 300 keluarga nelayan di Kota Padang untuk tidak bekerja. Sebab, jalur untuk masuk ke laut tertutup "sampah" kayu.
Bantuan dari luar Sumatera Barat untuk korban banjir bandang belum tersalurkan dengan baik, terutama di daerah-daerah yang masih terisolasi.
Imbasnya, harga bahan pokok untuk makan dan kebutuhan sehari-hari lainnya sempat beberapa kali naik sampai 300 persen dari harga normal.
Baca juga:
Sebelumnya, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Agam Kuantan, Imas Aidaningsih menuturkan, sebesar 52,71 persen lahan pada DAS Anai atau seluas 36.272 hektar berstatus kritis.
Jika tidak dilakukan upaya pencegahan, lahan pada DAS Anai yang berstatus kritis akan semakin luas.
Berdasarkan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Agam Kuantan, lahan di DAS Anai yang berstatus kritis seluas 2.058 hektar dan dengan kondisi sangat kritis 421 hektar. Total lahan pada DAS Anai seluas 68.815 hektar.
Secara wilayah, DAS Anai meliputi enam kabupaten/kota yaitu, Padang Pariaman, Tanah Datar, Padang, Padang Panjang, Agam, dan Solok.
"Untuk sebaran lahan krisis pada DAS Anai memang dominasi agak kritis, tetapi ketika ini kita tidak jaga, ke depan bisa jadi kita akan kritis dan sangat kritis," ucap Imas.
Menurut Imas, lahan di DAS Anai sudah banyak terdegradasi. Kalau dibandingkan lima tahun lalu, tata guna lahan di DAS Anai saat ini sangat banyak mengalami perubahan.
DAS Anai beralih fungsi menjadi lahan pertanian, permukiman, perkebunan, dan bahkan bandara/pelabuhan.
Yang paling luas adalah beralih fungsinya DAS Anai menjadi lahan pertanian. Sebesar 14,64 persen lahan pada DAS Anai atau 10.084 hektar telah menjadi pertanian lahan kering; 11,52 persen atau 7.933 hektar sawah; serta 7,78 persen lahan atau 5.358 hektar pertanian lahan kering campur semak.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya