Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IS2P Bekali Jurnalis untuk Olah Laporan Keberlanjutan dan Cegah Greenwashing

Kompas.com, 1 Desember 2025, 11:35 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesian Society of Sustainability Professionals (IS2P) menggelar Pelatihan & Coaching untuk Jurnalis Batch I bertajuk Membaca Laporan Keberlanjutan: dari Data jadi Berita, dari Sabtu (29/11/2025) sampai Minggu (30/11/2025) di Jakarta.

Ketua IS2P, Satrio Prakoso mengatakan, pelatihan bertujuan menekankan pentingnya peran media dalam isu keberlanjutan. Para jurnalis dilatih membaca laporan keberlanjutan untuk memahami greenwashing perusahaan.

Baca juga: 

“Jurnalis adalah mata dan telinga publik sekaligus penyampai informasi yang akurat. Ketika berhadapan dengan laporan keberlanjutan yang panjang dan kompleks, jurnalis lah yang membantu masyarakat memahami inti data tersebut secara ringkas, komprehensif, dan mudah dipahami,” kata Satrio di Jakarta Selatan, Sabtu (29/11/2025).

Sebagai informasi, greenwashing adalah strategi pemasaran dan komunikasi untuk memberikan citra yang ramah lingkungan, tapi palsu belaka, dilaporkan Kompas.com, Selasa (3/10/2023).

Program pelatihan jurnalis ini, lanjut dia, merupakan bagian dari Akademi Keberlanjutan IS2P guna memperkuat kapasitas multi-stakeholder tentang berbagai aspek keberlanjutan, terutama Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG). 

“Kemampuan memilah informasi, membaca indikator, dan membangun narasi berbasis dampak menjadi keterampilan krusial dalam liputan keberlanjutan," papar Satrio. 

Baca juga:

Apa saja indikator yang perlu dicermati dalam penulisan?

Program pelatihan IS2P membantu jurnalis memahami laporan keberlanjutan, dari kurasi data hingga mengenali praktik greenwashing.Freepik/user2846165 Program pelatihan IS2P membantu jurnalis memahami laporan keberlanjutan, dari kurasi data hingga mengenali praktik greenwashing.

Sementara itu, Global Reporting Initiative (GRI) ASEAN Regional Program Manager, Lany Harijanti, menyampaikan, standar global pelaporan keberlanjutan, prinsip materialitas, ruang analisis, serta indikator penting dicermati jurnalis.

"Saya mengapresiasi dan mendukung upaya IS2P dalam memperkuat kapasitas jurnalis dalam membaca laporan keberlanjutan dan mengolahnya menjadi bahasa yang mudah dimengerti publik," jelas Head of Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, Sarah Mustikasari.

Dalam pelatihan itu, Danone turut berbagi praktik terbaik penyusunan laporan keberlanjutan, dari proses kurasi data, pembuktian capaian, konsistensi metodologi, hingga penyusunan pesan kunci yang relevan kepada publik.

Tidak hanya itu, jurnalis mendapatkan materi dari wartawan senior terkait penyusunan berita keberlanjutan, serta memperdalam tema investigasi yang disampaikan Green Network Asia.

Di sesi akhir, 15 peserta memaparkan pilihan topik karya jurnalistik berdasarkan isu material dalam laporan keberlanjutan, data pendukung, narasumber, serta dampak yang ingin diangkat. 

IS2P menyatakan, empat peserta dengan karya jurnalistik terbaik usai pelatihan jurnalis bakal mendapatkan pendampingan lanjutan melalui study club IS2P dan kesempatan mengikuti ujian sertifikasi menjadi Sustainability Excellence Associate (SEA) gratis.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau