Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hidrogen Berperan dalam Pemanasan Global Menurut Penelitian Terbaru

Kompas.com, 19 Desember 2025, 16:35 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber AFP

KOMPAS.com - Hidrogen dikenal sebagai energi masa depan dan alternatif dari bahan bakar fosil. Sebab, saat digunakan, hidrogen hanya menghasilkan uap air.

Namun, penelitian terbaru di jurnal Nature menunjukkan, hidrogen ternyata turut berperan dalam pemanasan global karena membantu metana, gas rumah kaca yang kuat, bertahan lebih lama di atmosfer.

Baca juga:

"Kita memerlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang siklus hidrogen global dan hubungannya dengan pemanasan global untuk mendukung ekonomi hidrogen yang aman bagi iklim dan berkelanjutan," kata penulis utama penelitian tersebut, sekaligus ilmuwan dari Universitas Stanford, Rob Jackson, dilansir dari AFP, Jumat (19/12/2025).

Hidrogen turut berperan dalam pemanasan global

Peningkatan emisi hidrogen disebabkan oleh aktivitas manusia

Hidrogen dikenal sebagai energi masa depan, tapi penelitian menunjukkan gas ini berkontribusi pada kenaikan suhu bumi. Bagaimana cara menanganinya?UNSPLASH/ELLA IVANESCU Hidrogen dikenal sebagai energi masa depan, tapi penelitian menunjukkan gas ini berkontribusi pada kenaikan suhu bumi. Bagaimana cara menanganinya?

Menurut penelitian tersebut, emisi hidrogen mengalami kenaikan antara tahun 1990 dan 2020, serta berkontribusi sebesar 0,02 derajat celsius terhadap kenaikan suhu rata-rata sebesar 1,5 derajat Celsius sejak periode pra-industri.

Dilakukan oleh konsorsium ilmuwan internasional Global Carbon Project, penelitian ini menemukan, peningkatan emisi hidrogen sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. 

Peningkatan tersebut berhubungan dengan peningkatan emisi metana yang dihasilkan oleh bahan bakar fosil, ternak, dan tempat pembuangan sampah.

Adapun kedua molekul tersebut saling terkait, tepatnya metana menghasilkan hidrogen saat terurai di atmosfer.

Meskipun hidrogen bukan polutan, gas ini secara tidak langsung berkontribusi terhadap pemanasan global dengan menyerap detergents (pembersih) alami yang menghancurkan metana.

"Semakin banyak hidrogen berarti semakin sedikit detergents di atmosfer, menyebabkan metana bertahan lebih lama dan, oleh karena itu, memanaskan iklim lebih lama," kata penulis utama studi tersebut dan asisten profesor ecosystem modelling di Auburn University di Alabama, Zutao Ouyang.

Interaksinya dengan detergents alami juga memengaruhi pembentukan awan, serta menghasilkan gas rumah kaca seperti ozon dan uap air stratosfer.

Baca juga:

Tujuannya adalah hidrogen hijau

Sumber lainnya yang menyebabkan hidrogen di atmosfer sejak tahun 1990 adalah kebocoran produksi hidrogen industri.

Hidrogen dapat diproduksi dengan mengalirkan arus listrik melalui air untuk memisahkannya menjadi hidrogen dan oksigen, suatu proses yang disebut elektrolisis.

Saat ini, sebagian besar hidrogen masih diproduksi dari gas alam dan batu bara. Proses ini membutuhkan energi besar dan menghasilkan emisi karbon dioksida dalam jumlah tinggi.

Tujuan utamanya adalah memproduksi hidrogen "hijau" secara massal menggunakan energi terbarukan, tapi prosesnya mahal dan sektor ini menghadapi berbagai hambatan yang signifikan.

Temuan ini tidak berarti hidrogen harus ditinggalkan. Penelitian ini bisa menjadi peringatan awal tentang pengelolaan yang tepat.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Pemerintah
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Swasta
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Pemerintah
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pemerintah
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
LSM/Figur
'Cage Free Eggs', Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
"Cage Free Eggs", Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
LSM/Figur
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
LSM/Figur
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
LSM/Figur
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Pemerintah
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Pemerintah
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
Pemerintah
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Pemerintah
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
LSM/Figur
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
LSM/Figur
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau