Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SMBC Indonesia Tanam 1.971 Pohon melalui Program BerDaya untuk Bumi di Garut

Kompas.com, 23 Desember 2025, 20:46 WIB
Add on Google
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) menggandeng  Yayasan Tanah Air Semesta menanam 1.971 pohon di Desa Lembang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut.

Acara penanaman dilakukan secara simbolis pada 18 Desember 2025 dan turut dihadiri oleh sejumlah anggota direksi SMBC Indonesia.

Program ini menjadi kelanjutan dari program serupa yang dilakukan oleh SMBC Indonesia pada tahun lalu di Jawa Tengah, sebagai wujud komitmen SMBC Indonesia untuk mendukung hidup yang berkelanjutan.

Baca juga: Lereng Gunung Slamet Jadi Cokelat Usai Eksplorasi PLTP, Butuh Penghijauan 28 Ribu Pohon

Direktur Kepatuhan dan Legal SMBC Indonesia Dini Herdini mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari program BerDaya untuk Bumi yang ditujukan untuk menghadirkan dampak positif yang terukur bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

"Inisiatif ini sejalan dengan semangat SMBC Indonesia, Bersama Lebih Bermakna, yang menjadi landasan kami dalam menjalankan aksi keberlanjutan yang inklusif.”

Program BerDaya untuk Bumi mengajak para karyawan SMBC Indonesia dan anak perusahaannya, yaitu OTO, SOF, dan BTPN Syariah untuk berkontribusi melalui aktivitas berjalan kaki dan berlari.

Langkah-langkah yang terkumpul dari kegiatan tersebut kemudian dikonversi menjadi donasi pohon.

Hasil dari program ini bertujuan untuk memberdayakan para petani kopi lokal dengan tanaman yang mampu memberi nilai keekonomian, juga mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati yang mencakup perlindungan ekosistem, pemulihan habitat, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam di Garut.

Inisiatif ini diikuti oleh 411 peserta yang merupakan karyawan SMBC Indonesia, OTO (PT Oto Multiartha), SOF (PT Summit Oto Finance), dan BTPN Syariah dari seluruh Indonesia. Secara kolektif, seluruh peserta mengumpulkan langkah yang setara dengan 1.971 pohon; 1.637 pohon kopi dan 334 pohon tanaman hutan sebagai naungan selama periode Oktober–November 2025.

Baca juga: Perusahaan Asal RI Bakal Terlibat Proyek Penghijauan Gurun Arab Saudi

Jumlah tersebut juga termasuk donasi pohon yang diberikan dari sejumlah nasabah Sinaya Prioritas.

“Kolaborasi antara karyawan dan nasabah SMBC Indonesia dengan komunitas lokal dalam program ini menunjukkan bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat memberikan dampak yang bermakna. Di SMBC Indonesia, kami memandang keberlanjutan dan pemberdayaan sebagai bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang, bukan sekadar kegiatan semata,” tambah Dini.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
WHO: 1,5 Juta Orang Meninggal per Tahun akibat Makanan Tidak Sehat, Anak Paling Rentan
WHO: 1,5 Juta Orang Meninggal per Tahun akibat Makanan Tidak Sehat, Anak Paling Rentan
Pemerintah
Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho Aceh, Diberi Nama Badar
Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho Aceh, Diberi Nama Badar
Pemerintah
Fenomena Debu Sahara Kian Sering Terjadi, Apa Kaitannya dengan Krisis Iklim?
Fenomena Debu Sahara Kian Sering Terjadi, Apa Kaitannya dengan Krisis Iklim?
LSM/Figur
Riset: Sistem Kerja Jarak Jauh Pangkas Peluang Lulusan Baru Dapat Pekerjaan
Riset: Sistem Kerja Jarak Jauh Pangkas Peluang Lulusan Baru Dapat Pekerjaan
LSM/Figur
Saatnya Mengelaborasi Pasal 6.8 Perjanjian Paris
Saatnya Mengelaborasi Pasal 6.8 Perjanjian Paris
Pemerintah
Kemenhut Optimalkan Operasi Pemadaman Karhutla di 4 Provinsi Sumatera
Kemenhut Optimalkan Operasi Pemadaman Karhutla di 4 Provinsi Sumatera
Pemerintah
Produsen Mobil Terkemuka Sembunyikan Data Emisi Hingga 33 Persen
Produsen Mobil Terkemuka Sembunyikan Data Emisi Hingga 33 Persen
Pemerintah
Krisis Iklim Bikin Ibukota Malaysia dan Kota Satelitnya Kerap Dilanda Banjir
Krisis Iklim Bikin Ibukota Malaysia dan Kota Satelitnya Kerap Dilanda Banjir
Pemerintah
TransitionZero Luncurkan Platform Pemodelan Sistem Energi untuk Asia Tenggara
TransitionZero Luncurkan Platform Pemodelan Sistem Energi untuk Asia Tenggara
Swasta
Akal-Akalan Perusahaan Hadapi Aturan Emisi, Pindahkan Pabrik Polutif ke Tempat Lain
Akal-Akalan Perusahaan Hadapi Aturan Emisi, Pindahkan Pabrik Polutif ke Tempat Lain
Pemerintah
Air Bersih Langka, Kelaparan dan Krisis Pangan Dunia Mengintai
Air Bersih Langka, Kelaparan dan Krisis Pangan Dunia Mengintai
Pemerintah
Pendanaan Minim, RI Masih Butuh Rp163 Triliun untuk Jaga Biodiversitas
Pendanaan Minim, RI Masih Butuh Rp163 Triliun untuk Jaga Biodiversitas
Pemerintah
Dorong Pembangunan Berkelanjutan, IKA Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau
Dorong Pembangunan Berkelanjutan, IKA Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau
LSM/Figur
Filter Rokok Turut Merusak Lingkungan lewat Limbah, Polusi, dan Emisi
Filter Rokok Turut Merusak Lingkungan lewat Limbah, Polusi, dan Emisi
LSM/Figur
Gelombang Panas Picu Harga Jual Listrik di Eropa Jadi Negatif
Gelombang Panas Picu Harga Jual Listrik di Eropa Jadi Negatif
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau