Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Update Banjir Sumatera, Tim Gabungan Masih Bersihkan Tumpukan Kayu dan Limbah

Kompas.com, 29 Desember 2025, 13:42 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tim gabungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), TNI, Polri, pemerintah daerah, mitra, dan relawan masih mengangkut tumpukan kayu dab material limbah pasca-longsor dan banjir Sumatera. Pembersihan dilakukan di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan beberapa titik terdampak di Sumatera Utara.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan mengatakan bahwa pengangkutan sampah tidak hanya menyasar tumpukan kayu utama, tapi juga fasilitas pendidikan seerta lingkungan sekitar.

“Tim gabungan telah menyelesaikan pembersihan 12 ruang belajar, dua ruang kantor guru, serta satu area tempat wudu masjid, sekaligus membantu pembersihan rumah warga di sekitar lokasi terdampak,” ucap Subhan dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).

Baca juga:

Pembersihan kayu dan limbah pasca-banjir Sumatera

Lumpur dipindah ke penampungan, kayu dipotong

Ilustrasi Bener Meriah, Aceh. Foto udara warga menyeberangi sungai dengan jembatan darurat di wilayah Tenge Besi, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Sabtu (20/12/2025). Akses warga pejalan kaki masih harus melintasi jembatan darurat dari batang kayu dan kendaraan roda dua harus menyeberangi arus sungai saat debit air surut, sementara roda empat tidak dapat melintas, akibat jalan dan jembatan penghubung antara Bener Meriah menuju Takengon, Kabupaten Aceh Tengah putus diterjang banjir bandang pada Rabu (26/11). ANTARA FOTO/Khalis Surry Ilustrasi Bener Meriah, Aceh. Foto udara warga menyeberangi sungai dengan jembatan darurat di wilayah Tenge Besi, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Sabtu (20/12/2025). Akses warga pejalan kaki masih harus melintasi jembatan darurat dari batang kayu dan kendaraan roda dua harus menyeberangi arus sungai saat debit air surut, sementara roda empat tidak dapat melintas, akibat jalan dan jembatan penghubung antara Bener Meriah menuju Takengon, Kabupaten Aceh Tengah putus diterjang banjir bandang pada Rabu (26/11).

Subhan merincikan, petugas gabungan terdiri dari 80 personel UPT Kemenhut, 80 personel TNI, dan 30 personel Polri di Kabupaten Aceh Tamiang. Pembersihan di Pesantren Darul Mukhlisin menggunakan 37 unit alat berat yang saat ini prosesnya mencapai 90 persen.

Menurut Subhan, material lumpur dipindahkan ke lokasi penampungan akhir menggunakan dump truck.

Sementara itu, kayu dipotong di Tempat Penumpukan Kayu (TPK). Pekerjaan juga dilanjutkan pada malam hari dengan dukungan penerangan tambahan.

"Sementara itu, di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pembersihan akses jalan dan permukiman warga terus dilanjutkan dengan dukungan enam unit ekskavator," jelas dia.

Akses jalan di Desa Geudumbak juga bertambah sepanjang 200 meter sehingga total jalur yang dapat dilalui mencapai 4,85 kilometer. Pembersihan fasilitas pendidikan turut digelar di SMPN 3 Langkahan dan SD Negeri 7 Langkahan.

Di Provinsi Sumatera Utara, kegiatan pembersihan dilaksanakan di Desa Aek Ngadol, Desa Garoga, dan Desa Huta Godang yang fokus pada pemindahan kayu, pembersihan rumah warga, dan pengangkutan material lumpur.

Baca juga: Aceh Terancam Kekurangan Pangan hingga 3 Tahun ke Depan akibat Banjir

Foto udara kondisi jembatan Aek Garoga 2 yang sebelumnya rusak akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Aek Garoga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Kamis (11/12/2025). Jembatan penghubung antara Tapanuli Tengah dengan Tapanuli Selatan yang sebelumnya terdampak banjir bandan dan dipenuhi kayu itu kini sudah bisa dilintasi warga.ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja Foto udara kondisi jembatan Aek Garoga 2 yang sebelumnya rusak akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Aek Garoga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Kamis (11/12/2025). Jembatan penghubung antara Tapanuli Tengah dengan Tapanuli Selatan yang sebelumnya terdampak banjir bandan dan dipenuhi kayu itu kini sudah bisa dilintasi warga.

Kegiatan dilaksanakan secara terpadu bersama Satgas Pemda dan TNI, dengan dukungan 17 unit alat berat dan 14 unit dump truck dari Kemenhut, TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan mitra perusahaan.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani menyampaikan bahwa kerja lintas sektor menjadi kunci percepatan pemulihan pasca-banjir Sumatera.

“Pembersihan di Sumatera Utara dilaksanakan secara terkoordinasi di bawah komando satgas (satuan tugas) daerah, dengan tujuan mempercepat pemulihan lingkungan dan aktivitas masyarakat,” sebut Novita.

Baca juga: Ekspansi Sawit hingga Masifnya Permukiman Gerus Hutan di DAS Sumatera Utara

Pemulihan pasca-bencana

Pembangunan jembatan Bailey dilakukan di daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor, Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Sabtu (27/12/2025). Dok Kodam I Bukit Barisan Pembangunan jembatan Bailey dilakukan di daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor, Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Sabtu (27/12/2025).

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno menyampaikan, separuh kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor telah beralih dari fase tanggap darurat ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Di Aceh, terdapat tujuh kabupaten/kota yang sudah masuk ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi. Sedangkan 11 kabupaten/kota di Aceh masih memperpanjang masa tanggap darurat," kata Pratikno dalam konferensi pers.

Di Sumatera Utara, terdapat delapan kabupaten/kota yang sudah masuk ke tahap transisi rehabilitasi dan rekonstruksi, dan delapan kabupaten/kota masih tanggap darurat.

Sementara itu, di Sumatera Barat, terdapat 10 kabupaten/kota yang masuk ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi, dengan tiga kabupaten/kota yang berada dalam fase tanggap darurat.

Baca juga:

Pratikno menyatakan, daerah yang melakukan perpanjangan status tanggap darurat bertujuan agar daerah itu siap masuk ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Terkait listrik, pengiriman genset, mobil penjernih air, truk tangki, sumur siap pakai, toilet darurat, dan berbagai alat lainnya terus dan berlanjut terus ditambahkan, diperluas pengoperasiannya," jelas Pratikno.

"Sedangkan terkait telekomunikasi, jaringan telah kembali normal di 14 kabupaten/kota. Untuk daerah yang belum pulih, ditambahkan Starlink, kami saat ini menambah 280 unit, dan bersamaan dengan itu percepatan pemulihan jaringan komunikasi terus dilakukan," imbuh dia.

Pemerintah juga mengirimkan dokter spesialis, dokter umum, dan calon dokter menjadi relawan kesehatan di daerah terisolasi dengan fokus pada layanan kesehatan dasar, bedah minor, dan penyembuhan trauma.

Pratikno mencatat, semua rumah sakit umum daerah (RSUD) telah beroperasi, meski sebagiannya belum beroperasi penuh

"Dari 867 puskesmas yang terdampak, saat ini tinggal delapan yang masih dalam tahap recovery dan terus dilakukan percepatan pemulihan," tutur dia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau