Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

DLH Siapkan 3.395 Petugas Kebersihan, Angkut Sampah Saat Tahun Baru Jakarta

Kompas.com, 30 Desember 2025, 12:57 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan 3.395 petugas kebersihan untuk mengangkut sampah saat perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto memperkirakan timbulan sampah pada malam tahun baru lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Sebab, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang pesta kembang api demi menghormati korban banjir Sumatera.

“Sebanyak 2.300 petugas kami siagakan di kawasan strategis seperti Monas, Bundaran HI, dan sepanjang koridor MH Thamrin-Sudirman. Sementara 1.095 petugas lainnya disebar di lima wilayah administrasi Jakarta dan Kepulauan Seribu," ungkap Asep dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).

Baca juga: Sampah Pemudik Capai 59.000 Ton, KLH Minta Pengelola Rest Area Olah Sendiri

DLH DKI Jakarta pun menyiapkan 17 unit mobil lintas, 43 truk pengangkut sampah tipe typer, serta 29 unit road sweeper. Selain itu, berbagai sarana pendukung disiagakan antara lain 24 unit bus toilet, 135 tong sampah, 3.395 kantong plastik, dan 3.395 sapu lidi di titik-titik keramaian.

“Seluruh sarana prasarana ini kami siapkan agar penanganan sampah berjalan efektif dan tidak menumpuk hingga keesokan hari, sekaligus memudahkan masyarakat membuang sampah pada tempatnya,” tutur dia.

Asep lantas meminta masyarakat yang akan menghadiri perayaan Tahun Baru di Jakarta membawa tempat minum atau makan daur ulang, untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Dengan kesiapan petugas, sarana prasarana yang memadai, serta partisipasi masyarakat, kami optimistis kebersihan Jakarta tetap terjaga selama dan setelah perayaan malam tahun baru,” ucap Asep.

Baca juga: Jakarta Punya Pusat Daur Ulang Sampah, Kapasitasnya hingga 10 Ton

Di samping itu, DLH DKI Jakarta mendapat bantuan Perumda PAM Jaya menyiagakan armada tangki air bersih, Perumda PAL Jaya menyediakan kendaraan pengangkut air kotor, Satpol PP dan Dinas Perhubungan mengamanman dan pengaturan jalur pasca acara, serta Disnakertrans menyiapkan empat unit genset.

Selama libur Natal dan Tahun Baru 2025, DLH DKI Jakarta juga mengantisipasi peningkatan kunjungan di sejumlah destinasi wisata. Pengawasan dan penanganan kebersihan terfokus di kawasan Ancol, Museum Prasasti, Taman Literasi, Jakarta International Velodrome, Kota Tua, Setu Babakan, M Bloc Space, Blok M Hub, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Pulau Untung Jawa. Asep memerinci, 1.095 petugas disiapkan untuk membersihkan sampah di lokasi wisata.

“Kami ingin memastikan kawasan wisata tetap bersih, aman, dan nyaman selama libur panjang Natal dan Tahun Baru. Dukungan dan partisipasi pengunjung juga sangat kami harapkan, terutama dengan membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” jelas dia.

Malam Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Diberitakan sebelumnya, sejumlah daerah telah melarang warganya pesta kembang api saat perayaan tahun baru 2026. Salah satunya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memutuskan meniadakan momen tersebut.

Kebijakan ini berlaku menyeluruh, baik untuk kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta maupun oleh pihak swasta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, keputusan tersebut telah diambil sebagai bagian dari pengaturan perayaan Natal dan Tahun Baru di Ibu Kota.

“Saudara-saudara sekalian, di dalam menyambut Natal dan Tahun Baru, maka, terutama untuk tahun baru, saya sudah memutuskan untuk DKI Jakarta tidak ada kembang api, baik yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta maupun oleh swasta," ujar Pramono dalam acara Anugerah Keterbukaan Informasi Publik di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (22/12/2025).

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sepakat dengan imbauan kepala daerah di berbagai wilayah terkait tahun baru dirayakan tanpa berlebihan dan tanpa kembang api. Menurut Prasetyo, hal itu menunjukkan rasa empati kepada korban bencana alam di seluruh Indonesia.

"Ya, saya kira itu sangat tepat. Sangat tepat karena kita juga harus menunjukkan rasa empati, solidaritas, dan rasa senasib sepenanggungan," kata Prasetyo seusai konferensi pers penanganan bencana di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

Prasetyo menyampaikan, sebagai satu bangsa, masyarakat hendaknya lebih peduli terhadap penderitaan orang lain.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau