KOMPAS.com - Blibli Tiket Action telah menggelar program keberlanjutan tahunan untuk menjawab tantangan krisis iklim dengan menumbuhkan tren gaya hidup ramah lingkungan melalui 'Langkah Membumi Ecoground 2025'.
Sebagai refleksi, Blibli Tiket Action, merilis impact report 'Langkah Membumi Ecoground 2025' yang berlangsung pada awal November lalu.
Selama dua hari pelaksanaan Langkah Membumi Ecoground 2025, total 187 kg sampah berhasil dikelola dan dipilah. Keberadaan 12 water refill station yang menyediakan 741 liter air minum dapat mencegah penggunaan 1.235 botol plastik sekai pakai.
Selain itu, pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada (eksisting), efisiensi energi, serta praktik penggunaan kembali (repurposing) material mampu menekan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 94,1 kg CO2e.
Kolaborasi lintas pihak memungkinkan donasi 110.500 pohon mangrove, yang dalam delapan tahun ke depan berpotensi menyerap hingga 3.635,5 ton CO2.
Pengumpulan pohon mangrove tersebut juga dilakukan selama gelaran 'Langkah Membumi Ecoground 2025'. Yaitu, sebanyak 6.000 pohon berasal dari konversi pembelian tiket oleh pengunjung.
Lalu, sebanyak 1.000 pohon diperoleh dari community run bersama Brodo Active, 1.000 pohon disumbang community cycling WCC Seli, yang merupakan hasil dukungan Jejakin, serta 2.500 pohon melalui pelari Fresh Track dalam rangka Ranch Market anniversary.
Namun, dampak 'Langkah Membumi Ecoground 2025' tidak hanya tercermin dari angka. Berdasarkan survei internal dengan responden mayoritas generasi muda, lebih dari separuh menyatakan berniat untuk mengubah perilaku mereka usai menghadiri 'Langkah Membumi Ecoground 2025'.
“Impact Report ini menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Ketika ruang publik dirancang dengan lebih bertanggung jawab, maka bisa membantu membangun kebiasaan baru dimulai dari pilihan-pilihan sederhana dalam keseharian.” ujar COO & Co-Founder Blibli, Lisa Widodo.
COO & Co-Founder Blibli, Lisa Widodo saat opening speech dalam acara Opening Ceremony Langkah Membumi Ecoground 2025 di Taman Kota PERURI, Jakarta, Sabtu (8/11/2025). Lisa menganggap keberlanjutan dalam acara memang semestinya tidak ditempatkan sebagai pesan tambahan, melainkan justru menjadi bagian dari keputusan operasional sehari-hari.
Langkah Membumi Ecoground 2025 dikemas sebagai acara keberlanjutan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui empat zona utama, para pengunjung diajak untuk mengalami langsung bagaimana aktivitas sehari-hari dapat menjadi langkah kecil menuju perubahan besar bagi bumi. Yaitu, zona Eco Motion, Eco Market, Eco Labs, dan Eco Stage.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz Hendropriyono mengapresiasi 'Langkah Membumi Ecoground 2025 sebagai ruang edukatif yang mengajak masyarakat, terutama generasi muda, memahami isu lingkungan sekaligus menunjukkan praktik nyata.
"(Bahkan) Termasuk (menunjukkan) pengelolaan acara yang bertanggung jawab," tutur Diaz.
Menurut Diaz, keterlibatan generasi muda memang menjadi kunci penting dalam mendorong perubahan berkelanjutan lingkungan. Generasi muda, khususnya Gen Z, adalah segmen yang tepat untuk membangun kesadaran terhadap isu krisis iklim, pengelolaan sampah, serta perlindungan keanekaragaman hayati.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya