KOMPAS.com - Peneliti memperingatkan kebijakan iklim yang mendorong orang untuk mengubah perilaku mereka justru dapat melemahkan dukungan terhadap lingkungan.
Ini terjadi bahkan terhadap orang-orang yang secara sukarela mencoba membuat pilihan yang berkelanjutan.
Sebelumnya, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) mengatakan bahwa perubahan gaya hidup dapat membantu planet ini mengurangi emisi hingga 70 persen pada 2050.
Baca juga: Kebijakan Iklim Dapat Dukungan, Tapi Disinformasi Picu Keraguan
Namun, sebuah makalah baru yang dipublikasikan di jurnal Nature Sustainability memperingatkan bahwa inisiatif yang sering dipromosikan, seperti mengurangi konsumsi daging, meminta orang untuk menghindari perjalanan udara, dapat melemahkan dukungan seseorang terhadap lingkungan.
Melansir Euro News, Selasa (30/12/2025) temuan tersebut didapat setelah peneliti mensurvei lebih dari 3000 warga Jerman, mengajukan pertanyaan kepada mereka tentang kebijakan iklim dan membandingkannya dengan kebijakan COVID-19.
Peneliti kemudian menemukan bahwa peraturan yang berniat baik namun dirancang dengan buruk dapat membuat warga yang sebelumnya memiliki kesadaran lingkungan menjadi kurang peduli lingkungan akibat fenomena yang umum dikenal sebagai efek penggusuran.
Fenomena tersebut terjadi ketika motivasi eksternal justru merusak motivasi internal seseorang karena adanya paksaan atau merasa kebebasan pribadinya dirampas.
Baca juga: Orang Tua Ingin Atasi Perubahan Iklim, Tapi Sulit Terapkan Gaya Hidup Minim Karbon
Misalnya saja, seseorang mungkin sudah bersepeda, menggunakan transportasi umum tetapi ketika mereka dihadapkan dengan kebijakan netral karbon seperti larangan mobil di perkotaan mereka menunjukkan reaksi negatif yang kuat karena merasa terkekang sehingga justru melakukan hal yang tidak ramah lingkungan sebagai bentuk protes.
Peneliti menemukan bahwa reaksi negatif terhadap kebijakan terkait iklim 52 persen lebih besar daripada kebijakan COVID-19.
Kendati demikian peneliti mengatakan masih ada alasan untuk optimis. Pasalnya, peneliti juga menemukan bahwa penolakan terhadap kebijakan iklim lebih sedikit terjadi pada orang-orang yang merasa bahwa kebijakan tersebut efektif, tidak membatasi kebebasan mereka dan tidak mengganggu privasi mereka.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya