Penulis
Saat ini terdapat ribuan jenis PFAS di dunia. Beberapa di antaranya sudah dilarang sejak 2019 melalui Konvensi Stockholm tentang Persistent Organic Pollutants (Polutan Organik Persisten).
Namun, tidak semua negara turut serta. China dan Amerika Serikat tercatat tidak termasuk dalam lebih dari 150 negara penandatangan konvensi tersebut.
Dua jenis PFAS yang telah dilarang dalam Konvensi Stockholm adalah perfluorooctanoic acid (PFOA) dan perfluorooctane sulfonic acid (PFOS).
PFOA digunakan sejak 1950-an oleh perusahaan DuPont asal Amerika Serikat untuk memproduksi pelapis anti lengket panci teflon.
Sementara itu, PFOS dikenal sebagai bahan pelapis tahan air yang digunakan oleh perusahaan 3M dan telah dibatasi ketat sejak tahun 2009.
Baca juga: Perancis Larang Penggunaan Produk Mengandung PFAS, Kecuali Panci Tefal
Meski belum ada larangan nasional di Amerika Serikat, beberapa negara bagian mulai mengambil langkah sendiri.
California dan beberapa negara bagian lain melarang penggunaan PFAS secara sengaja dalam kosmetik mulai tahun 2025. Negara bagian lain dijadwalkan menyusul pada tahun 2026.
Denmark juga mengambil kebijakan senada. Negara ini akan melarang PFAS dalam pakaian, alas kaki, dan produk konsumen tertentu mulai awal Juli 2026. Denmark bahkan sudah lebih dulu melarang PFAS dalam kemasan makanan sejak tahun 2020.
Sementara itu, Uni Eropa masih mengkaji kemungkinan larangan PFAS di tingkat regional. Hingga saat ini, belum ada regulasi resmi yang diberlakukan di seluruh wilayah Uni Eropa.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya