Penulis
Meski pupuk nitrogen digunakan dalam eksperimen, para peneliti menyampaikan bahwa pemupukan hutan tidak disarankan sebagai praktik umum.
Pemberian pupuk dalam skala besar berisiko menimbulkan dampak buruk, termasuk meningkatnya emisi dinitrogen oksida. Gas ini merupakan gas rumah kaca yang sangat kuat.
Sebagai alternatif yang lebih aman, tim peneliti menyarankan penanaman pohon dari keluarga leguminosa atau kacang-kacangan. Jenis tanaman ini mampu meningkatkan kandungan nitrogen tanah secara alami.
Pilihan lain adalah memulihkan hutan di wilayah yang sudah memiliki kadar nitrogen cukup akibat polusi udara.
Baca juga:
Peran hutan tropis cukup signifikan untuk lingkungan. Dilansir dari laman International Climate and Forest Initiative Norwegia, hutan tropis merupakan sumber utama emisi gas rumah kaca akibat deforestasi.
Namun, sebaliknya, hutan tropis dapat menjadi bagian penting dari solusi perubahan iklim.
Pepohonan di hutan membantu menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Seiring pertumbuhannya, pepohonan tersebut melepaskan oksigen kembali ke atmosfer.
Tidak hanya itu, hutan tropis termasuk wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi dan paling beragam di bumi.
Para peneliti memperkirakan, jika keterbatasan nitrogen terjadi di hutan tropis muda di seluruh dunia, bumi bisa kehilangan potensi penyimpanan sekitar 0,69 miliar ton karbon dioksida setiap tahunnya.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar dua tahun emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya di Inggris.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya