Penulis
KOMPAS.com - Krisis iklim membuat pohon-pohon di hutan Australia mati lebih cepat dari sebelumnya. Temuan ini terungkap dalam riset terbaru yang menganalisis data puluhan tahun kondisi hutan di seluruh Australia.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa tingkat kematian pohon meningkat secara konsisten. Fenomena ini terjadi hampir di semua tipe hutan. Penyebab utamanya adalah kenaikan suhu global yang terus berlangsung.
Baca juga:
"Yang kami temukan adalah bahwa tingkat kematian (pohon) telah meningkat secara konsisten seiring waktu, di semua jenis hutan yang berbeda," kata profesor di Hawkesbury Institute for the Environment, Western Sydney University, Belinda Medlyn, dilansir dari AFP, Rabu (7/1/2026).
"Dan peningkatan ini sangat mungkin disebabkan oleh peningkatan suhu," tambah Medlyn.
Krisis iklim membuat hutan Australia kehilangan pohon lebih cepat. Studi terbaru mengungkap dampak serius pemanasan global.Diterbitkan di jurnal Nature Plants, studi ini menggunakan data inventaris hutan dari sekitar 2.700 plot di seluruh Australia. Lokasinya cukup beragam, mulai dari hutan lembap yang sejuk hingga sabana tropis yang kering.
Para peneliti sengaja mengecualikan area yang terdampak penebangan, pembukaan lahan, dan kebakaran. Tujuannya untuk melihat kematian pohon alami atau background tree mortality.
Menurut Medlyn, kenaikan suhu menjadi faktor utama. Suhu dunia telah menghangat hampir 1,2 derajat celsius sejak era pra-industri.
Sebagian besar pemanasan itu terjadi dalam 50 tahun terakhir. Perubahan suhu ini memberi tekanan besar pada ekosistem hutan.
Baca juga:
Dalam kondisi normal, kematian pohon bisa dipengaruhi banyak faktor. Gangguan alam bisa berperan, serta kepadatan pohon juga bisa meningkatkan persaingan air dan nutrisi.
Kendati demikian, riset ini mengoreksi faktor-faktor tersebut. Peneliti menghitung stand basal area, ukuran luas penampang batang pohon dalam suatu area. Hasilnya tetap sama. Tren kematian pohon terus naik meski sudah dikoreksi.
"Tren (kematian) sepanjang waktu tetap konsisten bahkan setelah kami memperhitungkan basal area," ucap Medlyn yang juga memimpin penelitian tersebut.
Skala peningkatan berbeda di tiap bioma. Kenaikan paling tajam terjadi di sabana tropis.
Di wilayah tersebut, rata-rata kematian pohon naik 3,2 persen per tahun. Pada tahun 1996, jumlah pohon mati sekitar 15 per 1.000 pohon.
Sementara itu, pada tahun 2017, jumlah itu hampir dua kali lipat.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya