Penulis
KOMPAS.com - Riset terbaru menunjukkan bahwa kandungan nitrogen di tanah bisa mempercepat pemulihan hutan setelah deforestasi hingga dua kali lipat. Hal tersebut berdampak signifikan terhadap iklim.
Penelitian yang dipimpin oleh tim dari University of Leeds, Inggris, ini mengungkap bahwa hutan tropis mampu tumbuh kembali jauh lebih cepat jika tanahnya memiliki nitrogen yang cukup.
Baca juga:
"Penelitian kami menarik karena menunjukkan bahwa ada cara untuk meningkatkan penangkapan dan penyimpanan gas rumah kaca melalui reboisasi dengan mengelola nutrisi yang tersedia bagi pohon-pohon," ucap penulis utama studi, Wenguang Tang, yang melakukan penelitian ini saat menyelesaikan program PhD-nya di University of Leeds, dilansir dari SciTechDaily, Kamis (15/1/2026).
Para peneliti menjalankan eksperimen terbesar dan terlama yang pernah dilakukan untuk mempelajari pertumbuhan kembali hutan tropis.
Fokus utama penelitian yang terbit di Nature Communications ini adalah melihat peran nutrisi tanah dalam proses pemulihan hutan yang sebelumnya dibuka untuk penebangan, pertanian, dan aktivitas manusia lainnya.
Sebagai informasi, studi ini melibatkan kolaborator dari University of Glasgow, Smithsonian Tropical Research Institute, Yale University, Princeton University, Cornell University, the National University of Singapore, dan the Cary Institute of Ecosystem Studies.
Penelitian mengungkap nitrogen tanah bisa mempercepat pemulihan hutan tropis hingga dua kali lipat dan berdampak besar pada iklim.Para peneliti memilih 76 petak hutan yang tersebar di Amerika Tengah, Amerika Serikat. Setiap petak memiliki luas sekitar sepertiga lapangan sepak bola. Lokasi-lokasi ini mewakili hutan dengan tahap pemulihan yang berbeda-beda.
Pertumbuhan dan kematian pohon di setiap petak dipantau selama periode yang panjang, bahkan hingga 20 tahun.
Setiap petak hutan mendapatkan perlakuan yang berbeda. Sebagian diberi pupuk nitrogen, sedangkan sebagian lainnya diberi fosfor.
Ada juga petak yang menerima kombinasi nitrogen dan fosfor. Sementara itu, satu petak dibiarkan tanpa perlakuan apa pun. Hal ini membantu peneliti memahami peran masing-masing nutrisi secara terpisah.
Baca juga:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nutrisi tanah sangat memengaruhi kecepatan pemulihan hutan tropis.
Dalam 10 tahun pertama masa pemulihan, hutan dengan nitrogen yang cukup tumbuh hampir dua kali lebih cepat dibandingkan hutan yang kekurangan nitrogen.
Adapun fosfor tidak menunjukkan dampak serupa jika diberikan sendiri. Temuan ini menegaskan bahwa nitrogen adalah faktor kunci dalam tahap awal pemulihan hutan.
Penelitian mengungkap nitrogen tanah bisa mempercepat pemulihan hutan tropis hingga dua kali lipat dan berdampak besar pada iklim.Meski pupuk nitrogen digunakan dalam eksperimen, para peneliti menyampaikan bahwa pemupukan hutan tidak disarankan sebagai praktik umum.
Pemberian pupuk dalam skala besar berisiko menimbulkan dampak buruk, termasuk meningkatnya emisi dinitrogen oksida. Gas ini merupakan gas rumah kaca yang sangat kuat.
Sebagai alternatif yang lebih aman, tim peneliti menyarankan penanaman pohon dari keluarga leguminosa atau kacang-kacangan. Jenis tanaman ini mampu meningkatkan kandungan nitrogen tanah secara alami.
Pilihan lain adalah memulihkan hutan di wilayah yang sudah memiliki kadar nitrogen cukup akibat polusi udara.
Baca juga:
Peran hutan tropis cukup signifikan untuk lingkungan. Dilansir dari laman International Climate and Forest Initiative Norwegia, hutan tropis merupakan sumber utama emisi gas rumah kaca akibat deforestasi.
Namun, sebaliknya, hutan tropis dapat menjadi bagian penting dari solusi perubahan iklim.
Pepohonan di hutan membantu menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Seiring pertumbuhannya, pepohonan tersebut melepaskan oksigen kembali ke atmosfer.
Tidak hanya itu, hutan tropis termasuk wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi dan paling beragam di bumi.
Para peneliti memperkirakan, jika keterbatasan nitrogen terjadi di hutan tropis muda di seluruh dunia, bumi bisa kehilangan potensi penyimpanan sekitar 0,69 miliar ton karbon dioksida setiap tahunnya.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar dua tahun emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya di Inggris.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya