BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sido Muncul

Sido Muncul Kembali Pulihkan Senyum Anak Indonesia di Wilayah Bogor

Kompas.com, 16 Januari 2026, 18:00 WIB
HTRMN,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com – Rumah Sakit (RS) Hermina Bogor, Jawa Barat, tampak lebih ramai dari biasanya pada Rabu (14/1/2026) pagi. Puluhan orangtua terlihat duduk dengan raut wajah yang sulit digambarkan antara cemas sekaligus penuh harap sambil mendekap erat buah hati mereka.

Anak-anak mungil itu sedang menunggu giliran untuk mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup melalui operasi bibir sumbing dan langit-langit secara gratis. Program ini merupakan buah kolaborasi antara PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) dengan Smile Train Indonesia yang menyasar masyarakat kurang mampu.

Di tengah kerumunan tersebut, hadir Ibu Aini yang datang jauh-jauh dari Bojonggede, Kabupaten Bogor, bersama suami dan sepasang putri kembar berusia empat tahun, Afifah dan Aliyah.

Keduanya terlahir dengan bibir sumbing dan langit-langit sumbing. Kondisi ini membuat sang ibu dirundung lara dan merasa dunianya runtuh.

Baca juga: Kembalikan Senyum Anak Indonesia, Suplemen Kesehatan Kuku Bima Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

Aini bercerita, ia baru mengetahui kondisi kekurangan fisik kedua putrinya setelah persalinan selesai dilakukan.

"Waktu itu, saya merasa sangat terpukul dan sedih karena baru dikasih tahu ada kekurangan setelah mereka lahir," kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Perasaan Aini mewakili kegelisahan jutaan orangtua lain yang harus menghadapi kenyataan pahit tanpa bekal informasi medis yang cukup.

Kondisi yang dialami Afifah dan Aliyah juga membuat Aini kerap merasa cemas akan masa depan kedua buah hatinya tersebut. Ia khawatir, sang anak akan mengalami perundungan atau kesulitan dalam berinteraksi dengan teman sebayanya saat mulai bersekolah.

Baca juga: Kembalikan Senyum Anak di Kabupaten Belu, Sido Muncul Donasikan Rp 533 Juta untuk Operasi Bibir Sumbing

Bagi keluarga Aini, bantuan dari Sido Muncul menjadi titik balik untuk kembali berani merajut harapan di tengah keterbatasan ekonomi.

Harapan serupa juga terpancar dari raut wajah seorang nenek, Nimah (50), yang setia mendampingi cucunya, Ariansyah (6 bulan), di deretan kursi tunggu area loket tersebut. Sambil mengusap kepala sang cucu, ia mengaku tidak pernah putus doa agar operasi hari ini berjalan lancar demi masa depan sang cucu.

"Saya cuma ingin cucu saya bisa sekolah dan bicara lancar tanpa perlu merasa rendah diri dengan teman-temannya," ujar sang nenek lirih.

Hal tersebut menunjukkan bahwa harapan akan pemulihan bibir sumbing tidak hanya dipikul oleh orangtua, tapi juga dirasakan oleh keluarga besar.

Baca juga: Sido Muncul Salurkan Bantuan Rp 900 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menyatakan, bantuan operasi ini memiliki dampak yang bersifat permanen. Tindakan medis yang singkat ini mampu mengubah seluruh garis hidup seorang anak mulai dari kesehatan hingga kepercayaan diri mereka.

Irwan pun mengaku memahami beban mental yang dipikul oleh para orangtua yang memiliki anak dengan kekurangan fisik sejak lahir.

"Kami ingin memperbaiki fisik mereka agar punya kepercayaan diri untuk tumbuh dan bersosialisasi tanpa rasa minder," tegas Irwan.

Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat memberikan sambutan dalam acara baksos operasi sumbing bibir gratis di RS Hermina Bogor. Ia menegaskan bahwa bantuan ini bertujuan memperbaiki fisik dan rasa percaya diri anak agar mereka berani merajut masa depan.KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat memberikan sambutan dalam acara baksos operasi sumbing bibir gratis di RS Hermina Bogor. Ia menegaskan bahwa bantuan ini bertujuan memperbaiki fisik dan rasa percaya diri anak agar mereka berani merajut masa depan.

Irwan secara terbuka menyatakan bahwa kegiatan kemanusiaan ini juga merupakan bagian dari strategi promosi perusahaan yang dilakukan dengan cara beramal. Ia meyakini, bisnis yang jujur dalam membantu masyarakat akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan serta kesuksesan dalam jangka panjang.

Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award

Menurutnya, sebuah iklan yang baik haruslah memiliki nilai kemanusiaan yang konkret serta mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan orang banyak.

Strategi ini dianggap sebagai bentuk partisipasi aktif swasta untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial nasional secara mandiri.

"Saya ingin mengajak rekan-rekan pelaku bisnis lain untuk melakukan promosi dengan cara yang memberikan manfaat langsung seperti ini," ajak Irwan.

Pada seremoni tersebut, Sido Muncul menyerahkan bantuan simbolis senilai Rp 325 juta untuk membiayai operasi 50 pasien di wilayah Bogor. Dana tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan melalui produk Kuku Bima untuk terus meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia yang membutuhkan.

Baca juga: Sido Muncul Salurkan Bantuan Senilai Rp 200 Juta untuk 1.000 Duafa

Komitmen fasilitas medis dan dukungan pemerintah

Sejalan dengan visi tersebut, Direktur RS Hermina Bogor dr Muyi Ayoe Hapsari, SH, MM menyatakan bahwa bibir sumbing bukanlah sebuah hambatan permanen. Kondisi fisik ini bisa diperbaiki sepenuhnya melalui prosedur medis yang tepat dan penanganan sedini mungkin.

Ia pun mengapresiasi dukungan konsisten dari Sido Muncul yang tidak pernah absen membiayai tindakan operasi bagi warga Kota Bogor.

Sebagai bentuk dukungan, pihaknya pun berkomitmen menyediakan tenaga medis terbaik serta fasilitas memadai untuk mendukung kelancaran program sosial yang sangat mulia ini.

Dokter Muyi menambahkan, pihak keluarga tidak perlu ragu membawa anak mereka ke rumah sakit untuk ditangani sedini mungkin.

Baca juga: Berkah Ramadhan, Sido Muncul Bagikan Bantuan Rp 200 Juta untuk 1.000 Anak Yatim Piatu di Jakarta

"Penanganan yang cepat akan sangat memengaruhi proses tumbuh kembang anak, terutama dalam hal kemampuan berbicara dan meningkatkan rasa percaya diri," tuturnya.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (tengah) saat meninjau langsung para pasien operasi sumbing bibir gratis di RS Hermina Bogor.KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (tengah) saat meninjau langsung para pasien operasi sumbing bibir gratis di RS Hermina Bogor.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, MA, yang turut hadir meninjau kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa angka kasus bibir sumbing di Bogor mencapai 0,2 persen per 1.000 kelahiran hidup.

Secara nasional, setiap tahun terdapat sekitar 7.000 bayi di Indonesia yang lahir dengan kondisi sumbing bibir maupun langit-langit.

Faktor genetik hingga masalah malanutrisi pada masa kehamilan ditengarai menjadi penyebab utama bibir sumbing masih ditemukan hingga sekarang.

Baca juga: Sido Muncul Semai Asa Baru bagi 170 Anak Stunting di Jonggol

Ia menilai pemerintah daerah sangat membutuhkan dukungan sektor swasta dalam menangani isu kesehatan masyarakat yang bersifat spesifik.

Menurut Dedie, kehadiran Sido Muncul dan Smile Train memberikan harapan nyata bagi warga Bogor yang selama ini kesulitan mengakses tindakan operasi. Ia pun mengapresiasi langkah konkret perusahaan yang mau turun tangan langsung membantu warganya mendapatkan senyum kembali secara cuma-cuma.

Dedie berharap langkah ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga terdampak sekaligus meningkatkan indeks kesehatan masyarakat di wilayah Bogor Raya.

Nimah (50) setia mendampingi cucunya, Ariansyah (6 bulan), saat menunggu giliran operasi sumbing bibir gratis di RS Hermina Bogor. Ia mengaku tidak pernah putus doa agar operasi berjalan lancar demi masa depan sang cucu agar bisa bersekolah dan bicara dengan lancar.KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Nimah (50) setia mendampingi cucunya, Ariansyah (6 bulan), saat menunggu giliran operasi sumbing bibir gratis di RS Hermina Bogor. Ia mengaku tidak pernah putus doa agar operasi berjalan lancar demi masa depan sang cucu agar bisa bersekolah dan bicara dengan lancar.

Penanganan komprehensif skala nasional

Country Manager and Program Director Smile Train Indonesia Deasy Larasati menjelaskan, tugas memulihkan senyum anak Indonesia tidak boleh berhenti hanya pada saat tindakan di meja operasi saja selesai.

Baca juga: Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 150 Masyarakat di Banjarnegara

Pihaknya juga menjalankan layanan komprehensif bernama Comprehensive Cleft Care yang meliputi pembedahan, terapi wicara, hingga perawatan ortodonti bagi sang anak.

"Tujuannya adalah agar setiap anak yang dibantu benar-benar bisa berfungsi secara normal dan produktif di lingkungan masyarakat nantinya," tutur Deasy.

Tak lupa ia pun memberikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan yang diberikan oleh Sido Muncul. Menurutnya, kontribusi perusahaan sejak 2022 telah memberikan dampak nyata bagi ratusan anak sumbing di berbagai provinsi.

"Kami sangat berterima kasih kepada PT Sido Muncul yang telah memberikan kontribusinya. Dukungan ini sangat berarti tidak hanya bagi anak-anak di Bogor, tetapi juga di berbagai provinsi lain di Indonesia," tutur Deasy.

Baca juga: Direktur Sido Muncul: Produktivitas Perusahaan Tergantung pada Kebahagiaan Pekerja

Sebagai informasi, bantuan operasi sumbing bibir dan langit-langit sumbing secara gratis sebenarnya telah dilakukan Sido Muncul sejak 2018 yang diawali di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Selain dengan Smile Train, Sido Muncul juga menggandeng beberapa lembaga atau yayasan lainnya dengan total 344 pasien yang telah dioperasi.

Sementara itu, khusus kerja sama dengan Smile Train Indonesia sejak 2022 hingga akhir 2025, perusahaan telah mengoperasi 410 pasien di berbagai daerah. Jika diakumulasikan, total pasien sumbing yang telah dibantu Sido Muncul hingga saat ini mencapai angka 754 orang.

Bagi orangtua seperti Aini, melihat Afifah dan Aliyah kini memiliki senyum tanpa celah adalah keajaiban yang menjadi nyata. Senyum baru yang lahir di Bogor hari itu menjadi pesan kuat bahwa kepedulian adalah jalan terbaik untuk mengembalikan harapan anak Indonesia.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau