Hujan sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang dipicu krisis iklim diprediksi akan lebih sering ke depannya. Jika tidak ada perbaikan di Jakarta, maka banjir kemungkinan akan semakin lama surutnya.
Selain itu, Rista mengkhawatirkan risiko penurunan permukaan tanah (land subsidence) di Jakarta yang masih terus terjadi setiap tahun. Pengambilan air tanah secara berlebihan mempercepat laju penurunan permukaan tanah.
Di Jakarta, pengambilan air tanah untuk permukiman yang semakin padat dan lebih banyak lagi diperuntukkan bagi pembangunan gedung-gedung pencakar langit, apartemen, atau perkantoran.
Daerah Jakarta Barat menjadi wilayah yang paling parah terdampak penurunan permukaan tanah.
Sebagai penduduk Jakarta Barat, Rista melihat sendiri proses alih fungsi lahan di wilayah itu yang pada 1990-an masih banyak empang dan tanah kosongnya.
Saat ini, banyak empang dan tanah kosong sudah dikonversi menjadi bangunan secara penuh, tanpa menyisakan lahan untuk resapan air.
Hal ini diperparah dengan letak geografis Jakarta yang berbatasan dengan laut. Jakarta seolah "dikepung" banjir dari darat ketika hujan dan melalui laut saat air pasang.
Baca juga:
"Nanti dampak ketika banjir itu akan terjadi lebih terasa ketika daerah laut itu pasang gitu. Jadi, kita akan membendung laut terus-menerus. Kalau nanti masuk jalan-jalan ke bagian utara Jakarta ya, itu ada tembok yang sekarang itu jalanan dengan air laut. Itu lebih tinggi air laut. Iya, jadi yang saya khawatirkan adalah jangan sampai Jakarta ini tenggelam karena memang turun terus kondisi permukaan tanah Jakarta," ucapnya.
Kombinasi antara penurunan permukaan tanah dan limpasan akibat Jakarta beserta daerah-daerah penyangganya tidak mampu menyerap banyak air hujan ke dalam tanah akan semakin memperluas sekaligus memperbesar dampak banjir.
Bahkan, saat ini banjir sudah terjadi pada sejumlah wilayah di Jakarta Selatan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya