KOMPAS.com - Api menghanguskan 78,3 hektar (ha) area hutan di delapan desa Kalimantan Barat akibat sejak Sabtu (17/1/2026).
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat luas kebakaran hutan di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu raya seluas 4,5 hektar; Desa Rasau Jaya Tiga, Kabupaten Kubu raya seluas dua hektar; dan Kelurahan Bansir Darat, Pontianak seluas empat hektar.
Baca juga:
Lalu di Desa Pasir, Kabupaten Mempawas seluas 2,5 hektar; Desa Kuala Satong, Kabupaten Ketapang seluas 9,8 hektar; Desa Kamboja, Kabupaten Kayong Utara seluas 2,5 hektar; Desa Sepinggan, Kabupaten Sambas 23 hektar; serta Desa Sealakau Tua seluas 30 hektar.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko mengatakan, petugas memadamkan api yang melalap hutan di lokasi tersebut hingga Minggu (25/1/2026).
"Memasuki awal tahun 2026, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Seksi Wilayah II Pontianak bersama BPBD (Balai Penanggulangan Bencana Daerah), TNI/Polri dan para pihak terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan di Provinsi Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sambas, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Ketapang yang menjadi daerah rawan karhutla," kata Yudho dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).
Ilustrasi kebakaran hutan. Kebakaran hutan melanda hutan di delapan desa Kalimantan Barat dengan total luasan mencapai 78,3 hektar.Kebakaran hutan terjadi seiring meningkatnya jumlah titik panas atau hotspot serta kekeringan pada musim kemarau.
Berdasarkan pemantauan harian hotspot, ungkap Yudho, terpantau peningkatan jumlah dan sebaran titik panas di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Ketapang, dan Kabupaten Sambas.
"Selain itu, hasil pengamatan Fire Danger Rating System (FDRS) BMKG juga menunjukkan peningkatan tingkat kerawanan kebakaran” ucap dia.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pemadaman di sejumlah titik kebakaran hutan baru yaitu di Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak; Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya; Desa Punggur Kecil dan Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya; serta Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah.
Petugas juga masih melakukan upaya pemadaman karhutla di Desa Kebong, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Baca juga:
“Untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan kebakaran hutan dan lahan, saat ini telah dimulai operasi patroli pencegahan di wilayah Kalimantan Barat," papar Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho.
Tujuannya, mendeteksi lebih awal potensi karhutla, memperkuat koordinasi, serta mempercepat arus informasi dari masyarakat sehingga respons terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat dilakukan lebih cepat.
Lainnya, untuk mengecek kondisi bahan bakar, potensi sumber air, serta isu-isu karhutla di masyarakat.
Dwi menyebut, saat ini ada 25 titik panas yang tersebar di Kalimantan Barat berdasarkan data satelit Terra/Aqua NASA.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya