KOMPAS.com - Terdapat empat jenis primata yang terancam punah di Indonesia. Primata tersebut masuk dalam kategori kritis atau sangat terancam punah berdasarkan laporan Primates in Peril periode tahun 2023-2025.
Apa saja primata tersebut? Simak selengkapnya.
Baca juga:
Orangutan tapanuli termasuk satwa yang terancam punah di Indonesia.Spesies kera besar yang telah dipisahkan dari orangutan sumatera (Pongo abelii) pada akhir tahun 2017 lalu ini berstatus Critically Endangered (kritis), merujuk pada daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Orangutan tapanuli berstatus kritis karena habitatnya terbatas hanya di ekosistem Batang Boru, Sumatera Selatan.
Hutan Batang Toru mencakup tiga kabupaten yaitu, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Luasan lanskap Batang Toru diperkirakan seluas 240.000 sampai 280.000 hektar, dan yang menjadi habitat orangutan tapanuli hanya sekitar 138.435 hektar atau sekitar 49 persen, serta terpisah dalam tiga blok habitat.
Berdasarkan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), Orangutan tapanuli masuk ke dalam kategori Appendix I dan merupakan satwa dilindungi oleh pemerintah Indonesia.
Populasi Orangutan tapanuli diperkirakan berjumlah hanya 577-760 individu, merujuk dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Orangutan Pemerintah Indonesia 2019-2029.
Baca juga:
Simakobu termasuk primata yang terancam punah di Indonesia.Terdapat dua sub-jenis simakobu yang tersebar di empat pulau utama di Kepulauan Mentawai. Simias concolor concolor tersebar di Pulau Sipora, Pagai, dan pulau kecil sekitarnya, sedangkan itu, Simias concolor siberu yang hanya ada di Pulau Siberut.
Populasi primata endemik Kepulauan Mentawai ini menurun drastis hingga 75 persen sejak 1980. Saat ini, hanya tersisa berkisar 6.700–17.300 individu. Penurunan populasi Simakobu akibat deforestasi, degradasi habitat dan perburuan.
IUCN mengkategorikan satwa yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia itu dalam Critically Endangered (kritis) dan masuk ke dalam kategori Appendix I berdasarkan CITES.
Lutung sentarum, primata yang terancam punah di Indonesia.Primata dari kelompok monyet daun (Colobinae) ini dulunya tersebar luas di barat laut Borneo. Saat ini, lutung sentarum hanya bisa ditemukan di sekitar lima persen dari sebaran historisnya.
Habitat utama lutung sentarum berada di dataran rendah, hutan rawa, gambut, dan mangrove.
Mulanya, lutung sentarum dianggap sebagai sub-jenis dari kokah (Presbytis femoralis) atau simpai (Presbytis melalophos), sebelum akhirnya ditetapkan sebagai jenis tersendiri.
Lutung sentarum terdiri dari dua subjenis yaitu, Presbytis chrysomelas chrysomelas dan Presbytis chrysomelas cruciger, yang dibedakan mengacu pada sebaran dan pola warna tubuh.
Lutung sentarum hidup berkelompok kecil, bersifat diurnal, memakan dedaunan, dan lebih sering beraktivitas di pohon pada ketinggian empat sampai 20 meter.Saat ini populasi Lutung sentarum tersisa hanya 200-500 individu.
Keberadaan Lutung sentarum teridentifikasi di Taman Nasional Danau Sentarum pada 2019, meski awalnya diyakini hanya ada di Sarawak. IUCN memang mengkategorikan Lutung sentarum masuk ke dalam status Critically Endangered (kritis). Namun, Lutung sentarum belum masuk daftar satwa dilindungi Indonesia.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya