KOMPAS.com - UT School, lembaga pendidikan dan pelatihan mekanik serta operator alat berat milik PT United Tractors Tbk (UT), bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat serta PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia lokal pada Kamis (22/1/2026).
Kerja sama ini mencakup pengembangan Program Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Sumbawa Barat.
Baca juga:
Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah mencatat, 80 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sumbawa Barat masih bergantung pada sektor pertambangan.
Dengan demikian, untuk mengurangi ketergantungan tersebut, pemerintah daerah mendorong penyiapan sumber daya manusia yang kompeten, sekaligus memperkuat sektor non-tambang melalui program pelatihan yang dilaksanakan bersama UT School.
“UT School berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat, khususnya dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten dan tersertifikasi.” kata Wakil Direktur UT School, Muhyudi dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Program pelatihan mekanik alat berat akan berlangsung selama satu tahun mencakup tahapan psikotes, medical check-up, pembinaan mental dan fisik, in-class training, on-the-job training, dan sertifikasi kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Alat Berat Indonesia (LSP ABI).
Sementara itu, Program Pelatihan Operator difokuskan pada tiga modul utama yaitu excavator, bulldozer, dan light dump truck.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menyatakan pentingnya perubahan paradigma dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan masa kini dan masa depan.
Ketidaksesuaian antara pasokan dan kebutuhan tenaga kerja dinilai sebagai persoalan utama yang perlu ditangani.
Baca juga:
Sambutan Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, Prof. Yassierli, S.T, M.T., Ph.D. dalam pengumuman kerja sama UT School, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, dan AMNT pada Kamis (22/1/2026).“Jumlah lulusan terus bertambah, namun kompetensinya kerap belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Di sisi lain, dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang siap pakai, produktif, dan adaptif," kata Yassierli.
"Oleh karena itu, kolaborasi ini diharapkan dapat mempersempit kesenjangan tersebut,” imbuh dia.
Melalui implementasi program pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan itu, UT bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan AMNT berupaya mengembangkan sumber daya manusia yang lebih inklusif serta adaptif terhadap kebutuhan industri.
UT School berharap, kerja sama tersebut tidak hanya meningkatkan kesiapan kerja tenaga lokal, tapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih beragam, dan mendukung pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa Barat.
Baca juga:
Sebagai informasi, UT School adalah Lembaga Pendidikan & Pelatihan Mekanik dan Operator Alat Berat yang berdiri sejak 2008 di bawah binaan Yayasan Karya Bakti United Tractors.
Hingga Desember 2025, UT School memiliki 26 lokasi pembelajaran yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di samping itu, UT School telah mencetak 8.883 lulusan dari kelas regular, 33.082 lulusan dari kelas non-regular, 7.245 lulusan dari CSR Sobat UT sejak 2009.
Sebagian besar lulusan UT School kelas regular customer telah berkiprah baik di dalam maupun luar negeri.
Seluruh program UT School diakui oleh PT United Tractors Tbk, Asosiasi Alat Berat Indonesia (AABI), Himpunan Alat Berat Indonesia (HINABI), serta para operator alat berat melalui Lembaga Sertifikasi Alat Berat Profesi Alat Berat Indonesia (LSP ABI).
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya