KOMPAS.com - Cahaya dari kota, pelabuhan, dan pembangunan tepi pantai bisa mengganggu jam biologis hiu. Cahaya tersebut bisa menyebar jauh melampaui daratan, menurut studi dari University of Miami, Amerika Serikat (AS).
"Kami meneliti hubungan antara paparan ALAN (artificial light at night atau cahaya buatan pada malam hari) dan kadar melatonin dalam darah pada hiu perawat liar (Ginglymostoma cirratum) dan hiu sirip hitam (Carcharhinus limbatus) yang diambil sampelnya di lepas pantai Miami, Florida (Amerika Serikat)," tulis peneliti studi, dilansir dari Science Direct, Kamis (5/2/2026).
Baca juga:
Sebelumnya, para peneliti menunjukkan bahwa cahaya buatan dapat mengganggu hormon yang berhubungan dengan tidur pada burung, serangga, dan ikan bertulang.
Dengan melacak bagaimana cahaya perkotaan mengubah hormon kunci yang mengatur jam biologis, para ilmuwan mulai mengetahui bagaimana garis pantai modern mengubah tatanan kehidupan di bawah permukaan laut.
Baca juga:
Ilustrasi hiu sirip hitam atau blacktip shar (Carcharhinus limbatus). Studi menunjukkan, cahaya buatan malam hari menekan hormon melatonin hiu. Dampaknya berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.Untuk mengetahui bagaimana polusi cahaya mengganggu kehidupan hiu, para peneliti dari Program Penelitian dan Konservasi Hiu meluncurkan sebuah studi, dikutip dari Earth.com.
Penelitian ini dilakukan di lepas pantai Miami, Florida, salah satu kota pantai paling terang di Amerika Serikat. Hiu dari perairan perkotaan ini dibandingkan dengan hiu yang hidup di daerah pantai yang lebih gelap di dekatnya.
Studi yang dipublikasikan di Science of the Total Environment ini menjadi momen pertama kalinya para ilmuwan mengukur kadar melatonin dalam darah hiu liar. Pencapaian ini saja sudah membuka wawasan baru mengenai fisiologi atau cara kerja tubuh dan kesehatan hiu.
Melatonin adalah hormon alami di dalam tubuh yang sering disebut sebagai hormon tidur dan memiliki fungsi utama mengatur jam biologis.
Pada banyak hewan, kadarnya meningkat pada malam hari dan menurun pada siang hari. Pola ini mendukung istirahat, metabolisme, dan kesehatan secara keseluruhan.
Gangguan melatonin pada satwa liar dapat memengaruhi makan, pergerakan, dan kelangsungan hidup mereka.
Ilustrasi hiu perawat atau nurse shark (Ginglymostoma cirratum). Studi menunjukkan, cahaya buatan malam hari menekan hormon melatonin hiu. Dampaknya berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.Penelitian ini berfokus pada dua spesies hiu dengan pola pergerakan yang kontras yakni hiu perawat dan hiu sirip hitam.
Hiu perawat cenderung tinggal di satu area untuk waktu yang lama. Pergerakan tetap mereka terbatas, dan tempat istirahat yang familiar sering berfungsi sebagai rumah jangka panjang.
Sementara itu, hiu sirip hitam hidup cukup berbeda. Perjalanan rutin melintasi wilayah pesisir yang luas menentukan perilaku harian mereka.
Kontras ini membantu para peneliti menguji sebuah gagasan penting. Jika cahaya buatan memengaruhi melatonin, hiu yang tetap berada di area terang mungkin menghadapi efek yang lebih kuat dibanding hiu yang berpindah antara perairan terang dan gelap.
Sebelum penelitian ini, fungsi melatonin pada hiu sebagian besar belum dieksplorasi. Hiu berevolusi lebih dari 400 juta tahun yang lalu, jauh sebelum penerangan buatan ada.
Sejarah evolusi mereka yang panjang membuat gangguan modern apa pun menjadi sangat mengkhawatirkan.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya