Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PBB Pilih 20 Kota Terbaik dalam Upaya Pengelolaan Nol Sampah

Kompas.com, 9 April 2026, 17:01 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dewan Penasihat PBB bersama lembaga PBB lainnya yakni UN-Habitat dan UNEP telah memilih 20 kota di dunia yang menjadi pionir kota ramah lingkungan.

Kota yang terpilih melalui program 20 Cities Towards Zero Waste (20 Kota Menuju Tanpa Sampah) ini menyoroti kota-kota yang menunjukkan cara-cara berani dan inovatif dalam mengurangi sampah.

Kota-kota tersebut juga memajukan solusi ekonomi sirkular serta membangun sistem perkotaan yang lebih berkelanjutan, tangguh, dan ramah bagi semua orang.

Melansir Eco Business, Rabu (8/4/2026) kota-kota yang terpilih itu antara lain Accra (Ghana), Bologna (Italia), Chefchaouen (Maroko), Dar es Salaam (Tanzania), Kota Dehiwala (Sri Lanka), Florianópolis (Brasil), Gaziantep (Turki), George Town (Malaysia), Kota Hangzhou (China).

Selain itu juga Kota Iloilo (Filipina), Kisumu (Kenya), Kuala Lumpur (Malaysia), Lilongwe (Malawi), San Fernando (Filipina), San Francisco (Amerika Serikat), Kota Sanya (China), Kota Suzhou (China), Varkala (India), Kota Yokohama (Jepang) dan Zapopan (Meksiko).

Baca juga: Polusi Udara di 19 Kota Besar Turun Drastis, Ini Sebabnya

20 Cities Towards Zero Waste

Umat manusia menghasilkan lebih dari 2,1 miliar ton sampah rumah tangga setiap tahunnya. Hal ini membuat kota menjadi kunci utama dalam mengatasi krisis sampah yang berdampak buruk pada iklim, alam, kesehatan masyarakat, hingga sumber penghasilan warga.

Itu mengapa melalui inisiatif 20 Cities Towards Zero Waste, kota-kota di dunia diharapkan bisa lebih cepat beralih ke gaya hidup tanpa sampah serta mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Meski masih menghadapi masalah sampah, kota-kota yang terpilih ini sudah mulai menjalankan berbagai solusi, seperti mencegah sisa makanan terbuang, mengolah sampah organik, sistem isi ulang dan pakai kembali, serta model daur ulang yang membantu para pemulung.

Kota-kota yang terpilih juga membuat kebijakan untuk mengurangi produk sekali pakai dan mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan membuang sampah.

"20 kota ini penting bukan karena mereka punya rencana bagus di atas kertas, tapi karena mereka benar-benar bekerja. Yang membedakan mereka adalah keberanian untuk menjalankan solusi nyata, mulai dari memilah sampah sejak dari rumah, membuat kompos, sistem pakai ulang, merangkul pemulung, hingga mengajak warga terlibat," ungkap José Manuel Moller, Wakil Ketua Dewan Penasihat PBB.

Kota-kota tersebut membuktikan bahwa hidup tanpa sampah bukanlah sekadar mimpi atau sekadar iklan belaka. Hal ini sangat mungkin dilakukan jika kota mau memberi contoh. Di saat kota lain masih sibuk berencana, kota-kota ini membuktikan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang langsung beraksi.

Baca juga: Menteri LH: Pengelolaan Sampah Naik Jadi 26 Persen Dibanding 2024

Anacláudia Rosbach, Direktur Eksekutif UN-Habitat menambahkan bahwa kota-kota berada di garis depan transisi nol limbah.

“Inisiatif ini menggarisbawahi peran penting kota sebagai pelaksana perubahan. Ini menunjukkan bagaimana tindakan lokal, ketika didukung oleh tata kelola dan kemitraan yang kuat, dapat mempercepat perubahan menuju sistem perkotaan yang lebih tangguh, sirkular, dan inklusif,” katanya.

Inisiatif ini pun berkontribusi langsung pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Aksi Iklim).

Seiring bertambahnya jumlah penduduk di perkotaan, keberanian kota-kota ini menunjukkan betapa pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendorong perubahan menuju masa depan yang bebas sampah dan penuh dengan sistem daur ulang.

sumber https://www.eco-business.com/press-releases/un-advisory-board-names-20-city-leaders-in-zero-waste/

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
Pemerintah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
Pemerintah
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Swasta
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
Pemerintah
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
Pemerintah
Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah
Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah
Swasta
Komitmen Net-Zero Perusahaan Global Tumbuh 61 Persen pada 2025
Komitmen Net-Zero Perusahaan Global Tumbuh 61 Persen pada 2025
Pemerintah
Waspadai Perdagangan Satwa Liar Berisiko Tularkan Penyakit ke Manusia
Waspadai Perdagangan Satwa Liar Berisiko Tularkan Penyakit ke Manusia
Pemerintah
Enam Kali Raih Proper Emas, Sido Muncul Buktikan Praktik Ramah Lingkungan Dimulai dari Kegiatan Sehari-hari
Enam Kali Raih Proper Emas, Sido Muncul Buktikan Praktik Ramah Lingkungan Dimulai dari Kegiatan Sehari-hari
BrandzView
Dari Kebun Manggis ke Supermarket Eropa, Ini Keunggulan Indonesia Ketimbang Negara Tetangga
Dari Kebun Manggis ke Supermarket Eropa, Ini Keunggulan Indonesia Ketimbang Negara Tetangga
Swasta
Lestari Forum 2026: 'Sustainability' Bagian dari Inti Bisnis
Lestari Forum 2026: "Sustainability" Bagian dari Inti Bisnis
Swasta
Mengintip Strategi PHE Menjaga Pasokan Energi Nasional Jangka Panjang
Mengintip Strategi PHE Menjaga Pasokan Energi Nasional Jangka Panjang
BUMN
Prabowo Bikin Program Listrifikasi Kendaran, Pangkas Pemakaian BBM
Prabowo Bikin Program Listrifikasi Kendaran, Pangkas Pemakaian BBM
Pemerintah
Gletser Asia Mencair, Pasokan Air Miliaran Orang Terancam
Gletser Asia Mencair, Pasokan Air Miliaran Orang Terancam
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau