Di sisi lain, bantuan dalam fase pemulihan juga masih terus berjalan. Dompet Dhuafa membuat pipanisasi sepanjang 2.000 meter di Desa Wihlah Setie, Kecamatan Bintang dan rumah sementara (rumtara) di Pidie Jaya juga Aceh Tamiang.
“Kondisi ini masih sangat rentan bagi penyintas meskipun mereka terdampak secara tidak langsung. Meskipun menjadi tantangan dalam perjalanan mendistribusikan bantuan, namun ini adalah upaya DMC Dompet Dhuafa dalam respons darurat dan membersamai para penyintas. Apalagi Ramadan sudah di depan mata,” ucap Kepala DMC Dompet Dhuafa, Shofa Qudus, yang mengawal langsung penyaluran bantuan ini.
Sebelumnya, hampir sebulan pasca bencana banjir bandang melanda, kondisi masyarakat di tengah dan pesisir timur Aceh masih memprihatikan.
Dari 16 daerah terdampak bencana, kerusakan terparah terjadi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Meski masa tanggap darurat telah diperpanjang, kondisi di wilayah tersebut masih belum membaik.
Distribusi logistik untuk korban bencana banjir bandang di Aceh masih belum merata. Di wilayah perkotaan, distribusi bahan pokok memang sudah membaik, mengingat kedekatannya dengan jalan bebas nasional.
Namun, untuk wilayah yang jauh dari pusat kota dan terisolir, bantuan masih sangat minim. Bahkan, hingga saat ini, beberapa daerah di tengah Aceh hanya bisa diakses dengan jalan kaki.
Mayoritas pengungsi masih tinggal di tenda-tenda darurat yang dibangun secara swadaya.
Tenda-tenda darurat tersebut tidak layak untuk dihuni karena tidak ada sanitasi dan air bersih. Ini diperparah dengan fasilitas kesehatan di sana yang tidak memadai.
Baca juga:
"Ini cukup memprihatikan, bagaimana mereka bisa bertahan dengan keterbatasan hampir satu bulan," ujar Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Riswandi dalam webinar, Selasa (23/12/2025).
Fasilitas kesehatan untuk korban terdampak bencana banjir di Aceh masih terkonsentrasi di kawasan perkotaan saja.
Ia lantas menyinggung wacana percepatan penanganan pasca-bencana jika masuk masa tanggap darurat.
"Sebagian besar masyarakat masih mempertanyakan, apakah benar-benar cepat dan tepat ya. Kalau kami lihat faktanya, memang distribusi tenda darurat yang layak dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) itu tidak sesuai kenyataan. Karena saya punya keluarga yang tinggal di Aceh Tengah. Itu masih banyak tenda-tenda darurat enggak layak pakai," tutur Riswandi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya