Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SPPG Palmerah Punya Greenhouse, Tanam Hidroponik hingga Budidaya Ikan untuk MBG

Kompas.com, 19 Februari 2026, 07:14 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Di antara bangunan gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Palmerah, Jakarta Barat, berdiri area hidroponik dan bioflok untuk menyuplai bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tampak area bertuliskan Greenhouse itu tertutup dengan netting pagar plastik, guna menjaga sirkulasi udara dan melindungi tanaman dari hama serta intensitas cahaya matahari berlebih.

Baca juga:

Melangkah lebih dalam, beberapa jenis sayur hijau dari selada, pakcoi, hingga bayam tumbuh di atas media tanam hidroponik. Selain sayuran, terdapat kolam bioflok yang dimanfaatkan untuk budidaya ikan.

Teknologi ini mengandalkan mikroorganisme untuk menjaga kualitas air sekaligus efisiensi pakan. Jenis ikan yang dibudidayakan, antara lain lele, dori, dan patin.

Kepala SPPG Polri Palmerah, Mustaqim Awaludin mengatakan greenhouse tersebut dibangun Polda Metro Jaya.

"Sejauh ini yang ada di greenhouse ada delapan kolam ikan dan delapan meja hidroponik. Jadi dari ikannya ketika SPPG akan memasak menu ikan, kami bisa mengambil dari sana untuk sayuran juga beberapa kami bisa ngambil dari sana," kata Mustaqim saat ditemui di lokasi, Rabu (18/2/2026).

"Tetapi karena jumlahnya, kapasitasnya yang cukup (terbatas) jadi kami juga masih mengambil suplai bahan baku dari supplier yang ada," imbuh dia.

Baca juga:

Greenhouse di SPPG Palmerah, hasilnya untuk program MBG

Greenhouse akan terus dikembangkan

Untuk suplai tambahan, pihaknya bekerja sama dengan Koperasi Metro Jakarta Barat milik Polres Metro Jakarta Barat.

Mustaqim memastikan, greenhouse akan terus dikembangkan mengingat kebutuhan bahan baku untuk MBG yang disalurkan ke 2.518 penerima, di antaranya siswa sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.

"Nanti tanaman yang ditanam juga akan disesuaikan dengan permintaan dari SPPG. Karena beberapa tanaman mungkin ada yang enggak bisa dimanfaatkan di SPPG, yang bisa dimanfaatkan di SPPG cuma pokcoy, sawi hijau atau caisim nanti difokuskan untuk tanaman tersebut," jelas dia.

Jamin kebersihan pangan

Bioflok di SPPG Polri Palmerah berisi ikan budidaya untuk MBG, Rabu (18/2/2026). KOMPAS.com/ZINTAN Bioflok di SPPG Polri Palmerah berisi ikan budidaya untuk MBG, Rabu (18/2/2026).

Mustaqim memastikan kebersihan pangan untuk MBG. Petugas mengikuti petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN). Proses pengolahan pun dilakukan dengan pengaturan waktu ketat untuk menjaga kesegaran makanan.

“Kami mulai persiapan pukul 14.00 WIB, memasak pukul 02.00 dini hari, dan pemorsian pukul 04.00 WIB. Dengan pola ini, makanan yang diterima penerima manfaat selalu segar dan kualitasnya terjaga,” tutur Mustaqim.

Ia menambahkan, SPPG Polri Palmerah dilengkapi Divisi Dokkes Polri untuk pengamanan pangan. Setiap hari sebelum distribusi, makanan diuji kandungan berbahaya seperti formalin, nitrit, dan boraks.

Sebelum digunakan, food tray atau tempat MBG direndam air panas lalu dikeringkan dengan mesin khusus pada suhu tertentu untuk membunuh kuman.

Setelah itu, peralatan disimpan di bawah sinar ultraviolet (UV) guna memastikannya steril sebelum digunakan kembali.

Adapun SPPG Polri mulai beroperasi pada awal Januari 2026, dan telah ditinjau langsung Presiden Prabowo Subianto, Jumat (13/2/2026) lalu.

Hingga kini, SPPG Polri Palmerah menyalurkan makanan bergizi kepada 2.518 penerima manfaat yang mencakup balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui), serta peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMP.

Mustaqim menyampaikan, distribusi MBG dilakukan ke SMPN 111 Jakarta, SDN Palmerah 05, SDN Palmerah 07, SDN Palmerah 13, TK Kemala Bhayangkari, serta PAUD Pelangi RW 07. Selain sekolah, SPPG Polri Palmerah menyalurkan MBG ke sejumlah posyandu.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Isu Keandalan AI Kini Jadi Sorotan Petinggi Bisnis
Isu Keandalan AI Kini Jadi Sorotan Petinggi Bisnis
Pemerintah
Mayoritas Negara Diproyeksikan Gagal Capai Target Sistem Pangan 2030
Mayoritas Negara Diproyeksikan Gagal Capai Target Sistem Pangan 2030
Pemerintah
Baleg DPR RI Targetkan Pembahasan RUU Masyarakat Adat jadi UU Rampung di Awal 2027
Baleg DPR RI Targetkan Pembahasan RUU Masyarakat Adat jadi UU Rampung di Awal 2027
Pemerintah
Ancaman Laut Dunia, Praktik Illegal Fishing Makin Marak Meski Terus Ditekan
Ancaman Laut Dunia, Praktik Illegal Fishing Makin Marak Meski Terus Ditekan
Pemerintah
Microsoft Pangkas Pembelian Kredit Karbon hingga 80 Persen, Prioritaskan AI
Microsoft Pangkas Pembelian Kredit Karbon hingga 80 Persen, Prioritaskan AI
Pemerintah
Berbagai Tambang Batu Bara RI dengan Kapasitas 760 Juta Ton Berakhir Izinnya hingga 2035
Berbagai Tambang Batu Bara RI dengan Kapasitas 760 Juta Ton Berakhir Izinnya hingga 2035
LSM/Figur
Pemulihan Kawasan Bromo Pasca-Kebakaran Perlu Pertimbangkan Karakter Ekosistem
Pemulihan Kawasan Bromo Pasca-Kebakaran Perlu Pertimbangkan Karakter Ekosistem
LSM/Figur
Pipa Baja Galvanis Spindo Perkuat Jaringan Air Bersih Kubangsari Tasikmalaya
Pipa Baja Galvanis Spindo Perkuat Jaringan Air Bersih Kubangsari Tasikmalaya
BrandzView
135.793 Fasilitas Kesehatan Belum Laporkan Limbah B3, Pakar Ingatkan Risiko Pencemaran Air
135.793 Fasilitas Kesehatan Belum Laporkan Limbah B3, Pakar Ingatkan Risiko Pencemaran Air
LSM/Figur
Ancaman El Niño Buat Pelaku Bisnis Kian Cemas
Ancaman El Niño Buat Pelaku Bisnis Kian Cemas
Pemerintah
Astra Terima Kunjungan Menteri Pariwisata di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Perkuat Wisata Berbasis Budaya
Astra Terima Kunjungan Menteri Pariwisata di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Perkuat Wisata Berbasis Budaya
Desa Sejahtera Astra
Kemenhut: Ancaman Karhutla di Kawasan Bromo Belum Selesai Meski Api Sudah Terkendali
Kemenhut: Ancaman Karhutla di Kawasan Bromo Belum Selesai Meski Api Sudah Terkendali
Pemerintah
Mengapa Kita Selalu Terlambat Menghadapi Bencana?
Mengapa Kita Selalu Terlambat Menghadapi Bencana?
Pemerintah
Limbah Jagung dan Daun Pepaya Diolah Jadi Penangkal Nyamuk Malaria
Limbah Jagung dan Daun Pepaya Diolah Jadi Penangkal Nyamuk Malaria
LSM/Figur
Bukan Sekadar Teknologi Canggih, Inilah 'Fondasi Tak Kasatmata' Keselamatan PLTN
Bukan Sekadar Teknologi Canggih, Inilah 'Fondasi Tak Kasatmata' Keselamatan PLTN
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau