KOMPAS.com - Tim peneliti McGill University di Kanada berhasil menciptakan listrik dari urin manusia, yang menandai tonggak baru sektor energi baru terbarukan (EBT).
Salah satu peneliti, Vijaya Raghavan menjelaskan bahwa konsentrasi urin yang tingi meningkatkan kinerja sel bahan bakar mikroba atau microbial fuel cell (MFC).
Baca juga:
Para peneliti lantas menggunakan MFC yakni perangkat yang memanfaatkan bakteri alami untuk menguraikan limbah organi untuk menghasilkan listrik.
“Meski MFC diketahui mampu membersihkan air limbah dan menghasilkan listrik, dampak spesifik dari berbagai konsentrasi urin terhadap fungsi elektrokimia, efisiensi penghilangan polutan, dan perilaku komunitas mikroba masih belum sepenuhnya dipahami,” kata Raghavan, dilansir dari Down to Earth, Rabu (18/2/2026).
“Penelitian kami secara sistematis mengkaji bagaimana variasi proporsi urin memengaruhi mikroba dan energi yang mereka hasilkan," imbuh dia.
Baca juga:
Para peneliti di Kanada berhasil mengubah urin manusia menjadi energi listrik bersih, menjadi harapan EBT.Untuk menguji sistem, para peneliti mengoperasikan empat sel bahan bakar mikroba dua ruang dengan campuran air limbah sintetis dan urin manusia pada konsentrasi 20 persen, 50 persen, dan 75 persen.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Results in Chemistry itu, peneliti mengaku memantau produksi listrik, polutan, serta aktivitas elektrokimia selama dua pekan.
Hasilnya menunjukkan, sel bahan bakar dengan kadar urin 50-75 persen paling banyak memproduksi listrik.
“Urin mengandung ion esensial dan senyawa organik yang mendukung aktivitas mikroba secara cepat sehingga meningkatkan pembangkitan daya dan penguraian polutan,” papar Raghavan.
Mereka juga mencatat perubahan komunitas mikroba dalam sel. Bakteri Sediminibacterium mendominasi pada konsentrasi sedang, sedangkan Comamonas menjadi lebih dominan pada konsentrasi yang lebih tinggi.
Pergeseran ini kemungkinan menjelaskan perbedaan keluaran listrik.
Lantaran mikroorganisme tersebut melepaskan elektron saat memetabolisme limbah organik, komposisi komunitas mikroba secara langsung berpengruh pada efisiensi sistem dalam menghasilkan listrik.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya